Berita

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno/Net

Politik

Pindah Ibukota Bukan Perkara Mudah, Libatkan DPR!

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 18:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana pemindahan ibukota dari DKI Jakarta ke Pulau Kalimantan terus menuai kontroversi. Terlebih, wacana lawas yang seriusi Presiden Joko Widodo ini tidak melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, proses pemindahan ibukota memang bukan perkara mudah. Apalagi, kebijakan ini adalah kebijakan strategis negara.

Karenanya, dinilai perlu melibatkan wakil rakyat dalam hal ini DPR untuk merumuskan kebijakan strategis tersebut.


"Mestinya dibicarakan dengan DPR. Biasanya setiap keputusan strategis pemerintah dikonsultasikan dengan DPR," kata Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (23/8).

"Ini masalah negara soalnya," imbuh Adi menegaskan.

Terkait hal itu, ada aturan yang menegaskan pemerintah mesti melibatkan DPR selaku lembaga legislatif dalam menentukan kebijakan strategis.

Aturan itu tertuang dalam tugas dan wewenang DPR yang berbunyi, "melakukan pengawasan dan penindaklanjutan atas pelaksanaan UU, APBN dan juga berbagai kebijakan pemerintah lainnya".

Menurut Adi yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menilai, upaya perpindahan ibukota bukanlah perkara mudah. Diperlukannya kesiapan dan kajian yang matang dalam perumusan hingga penetapan.

"Pindah ibukota bukan perkara mudah, butuh kajian dan persiapan yang matang. DPR sebagai partner pemerintah perlu diajak bicara," tegasnya.

Lebih lanjut, Adi tetap menyambut baik, iktikad baik dari pemerintah yang menggembar-gemborkan agar tidak ada lagi 'Jawa sentris', ini mesti diwujudkan.

"Pindah ibukota diniatkan sebagai upaya pemerataan pembangunan dan ekonomi. Niat bersamanya ingin pemerataan pembangunan biar tak hanya Jawa senstris," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya