Berita

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono/RMOL

Nusantara

Pertemuan Dengan Mahasiswa-Tokoh Papua, Kapolda Metro: Lihat Persamaan Bukan Perbedaan

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 15:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengajak masyarakat untuk tidak melihat perbedaan melainkan melihat persamaan dari perbedaan. Itu dilakukan untuk merajut persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

Demikian disampaikan Kapolda saat sambutan pada acara Silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta dengan Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat Papua, di Balai Pertemuan Metro Jaya, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/8).

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan, pertemuan ini merupakan dalam rangka menyikapi peristiwa-peristiwa yang terjadi terkait Papua belakangan ini.


"Tentunya khususnya saudara-saudara saya yang di Papua dan Papua Barat yaitu bagaimana kita supaya tidak terpengaruh akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diawali di Surabaya kemudian Malang dan ada beberapa peristiwa di Papua dan Papua Barat," kata Kapolda.

Selain itu, dia juga mengingatkan kepada mahasiswa dan tokoh masyarakat Papua yang ada di Jakarta untuk tetap berhati-hati terhadap informasi hoax yang beredar di media sosial. Diharapkan agar tidak langsung percaya dengan informasi yang berbeda di medsos.

"Jangan lagi kita terpengaruh dengan berita-berita hoax kemudian terus dikembangkan yang bisa memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa kita. Ada orang lain di sana yang berteriak untuk itu, dan tidak menginginkan kita jadi bangsa yang kuat dan jadi bangsa yang besar nantinya," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kapolda mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk tidak melihat perbedaan, namun harus melihat persamaan diantara perbedaan agama, suku, adat, bahasa dan budaya yang ada di Indonesia.

"Mari kita sama-sama menyadari, kita jangan melihat perbedaan-perbedaan yang ada diantara kita. Mari kita lihat kesamaan-kesamaan yang ada, persamaan-persamaan yang ada diantara perbedaan-perbedaan yang kita miliki," paparnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya