Berita

Said Didu/Net

Politik

Said Didu Ingatkan Pondasi Ekonomi Indonesia Lemah

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 03:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kritik terhadap kinerja kementerian di bidang ekonomi terus dilancarkan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu. Ternyata, kekhawatiran bangsa Indonesia mengalami krisis menjadi alasan Said Didu lantang.

Hal itu bisa dilihat dari kicauannya di akun Twitter pribadi, Kamis (22/8). Dia mengingatkan Sri Mulyani cs yang mengatur keuangan negeri ini bahwa pondasi ekonomi Indonesia lemah.

Salah satu contohnya, kata Said Didu, adalah saat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Faktor eksternal selalu disebut sebagai penyebab pelemahan tersebut.


Padahal di satu sisi, negara-negara lain yang terkena dampak ekonomi global tidak mengalami pelemahan sedahsyat Indonesia.

“Saat rupiah melemah selalu salahkan faktor eksternal, padahal nilai tukar mata uang negara lain tidak melemah sebesar yang dialami rupiah,” terangnya.

Dengan kata lain, dia ingin mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo bahwa menteri-menteri di bidang ekonomi gagal dalam membuat pondasi yang kuat. Sehingga, perekonomian tanah air rentan terkena dampak dari ekonomi global.

“Artinya pondasi ekonomi kita lebih lemah dari yang lain,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya