Berita

Mendagri Tjahjo Kumolo saat datang ke KPK/RMOL

Politik

Diundang KPK, Tjahjo Bahas Perbaikan Data NIK

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 13:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia tiba sekitar pukul 12.17 WIB, didampingi para ajudannya.

Kepada awak media, Tjahjo mengaku akan melangsungkan pertemuan dengan pimpinan KPK membahas pemanfaatan NIK untuk perbaikan database bantuan sosial (Bansos).

"Membahas masalah NIK dimana yang mengelola adalah Kemendagri dan Dukcapil. Mungkin akan ada beberapa presentasi menyangkut seberapa jauh terintegrasi dengan kementerian dan lembaga," kata Tjahjo kepada awak media di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/8).


"Itu dulu ya sementara," imbuhnya.

Tjahjo menambahkan kedatangannya ke komisi antirasuah dimungkikan bersamaan dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Sebab, rencana pembahasan dengan KPK menyangkut soal data dan sejumlah survei terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Iya BPS informasinya (datang). Saya enggak tau diundang atau tidak ya, akan ada survei lah. Survei itu akan lebih baik kalau menggunakan NIK, nah ini akan kita detail," kata Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo mengapresiasi lembaga antirasuah yang ikut terlibat aktif dengan cara melakukan pengawasan di tubuh Kemendagri dan lembaga negara lainnya dalam rangka pencegahan.

"Mungkin ada pertanyaan kenapa KPK ikut monitor? Saya kira wajar ini karena menyangkut uang negara, menyangkut bantuan sosial (Bansos)," tutur Tjahjo.

Kemendagri, kata Tjahjo, juga akan diundang KPK menyoal aset-aset di Kemendagri. Hal itu dalam rangka upaya Korsubgah (Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan) antar institusi negara.

"Setelah ini akan kami diundang KPK lagi untuk mempertanggungjawabkan masalah aset juga. Baik aset-aset di Kemendagri, aset di daerah, yang sekarang jadi fokus dari Korsugab KPK," demikian Tjahjo.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya