Berita

Pimpinan DPD baru harus bisa seperti dirigen/Net

Politik

Pimpinan DPD RI Harus Bisa Jadi Dirigen Yang Membuat Kompak Dan Seirama

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 09:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kepemimpinan menjadi salah faktor yang dapat membuat kewenangan dan peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI lebih menonjol. Karena itu, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu membuat seluruh anggota berjalan seirama, laiknya seorang dirigen.

"Pimpinan DPD ke depan, harus seperti sosok dirigen yang dengan tangannya (kekuasaan) mampu membuat seirama (kompak). Sehingga semua pihak dapat merasakan DPD itu penting walau memiliki keterbatasan wewenang," ujar anggota DPD RI Jawa Barat, Asep Hidayat saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/8).

Asep juga menitikberatkan soal kemampuan komunikasi pemimpin DPD nantinya. "Diharapkan pimpinan yang baru lebih komunikatif di internal DPD atau pada kelembagaan lainnya," sambungnya.


Selain itu, menurut Asep, nantinya DPD itu harus dipimpin oleh sosok berkarakter kuat. Sehingga DPD pun bisa dibawa ke arah yang lebih baik.

Walaupun seolah terlihat sepi dari hiruk pikuk, persaingan pimpinan DPD termasuk kursi panas yang bakal diperebutkan sejumlah kandidat.

Dari gugus Indonesia Timur ada Tamsil Linrung dan Nono Simpono yang muncul ke permukaan. Sementara dari gugus bagian Indonesia Barat ada nama Jimly Ashiddiqi, La Nyalla, dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Bahkan, La Nyalla dinilai bakal jadi kandidat terkuat untuk merebut kursi pimpinan DPD RI yang saat ini diduduki Oesman Sapta.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya