Berita

Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kantor MUI Pusat/RMOL

Politik

Inilah Klarifikasi Lengkap UAS Kepada Pimpinan MUI

RABU, 21 AGUSTUS 2019 | 18:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan lima poin kepada pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ter kait klarifikasi isi ceramah tentang salib yang viral.
UAS memenuhi undangan MUI. Dosen asal Pekanbaru itu datang ke Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu sore (21/8). Hadir pimpinan MUI diantaranya, Dr. Anwar Abbas (sekjen), Masduki Baidlowi (ketua bidang infokom), Muhyiddin Junaidi (ketua bidang luar negeri dan kerjasama internasional).

Lima poin yang disampaikan UAS terhadap pimpinan MUI juga disampaikan di depan awak media di ruang konferensi pers di lantai empat Kantor MUI.

Pertama, UAS menyampaikan kedatangannya untuk bersilaturahmi kepada pimpinan MUI Pusat lantaran dia juga merupakan anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Riau.

Pertama, UAS menyampaikan kedatangannya untuk bersilaturahmi kepada pimpinan MUI Pusat lantaran dia juga merupakan anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Riau.

"Silaturahim antara ustaz-ustaz di daerah dengan alim ulama di pusat. Alhamdulillah silaturahim kali ini berjalan dengan baik," ucap UAS.

Yang kedua, dia menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi bukanlah seperti penggelalan video yang beredar di media sosial yang dinilai menjadi hiruk pikuk di tengah masyarakat.

"Saya sebagai warga negara yang baik ingin menjelaskan, jangan sampai masyarakat menjadi hiruk pikuk disebabkan oleh isu di media sosial. Bahwa ceramah saya yang diviralkan itu adalah menjawab pertanyaan, bukan tema kajian, bukan inti permasalahan, karena saya punya kajian di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Riau setiap subuh Sabtu, satu jam materi setelah itu tanya jawab. Ketika itu lah ada masyarakat yang bertanya lalu saya jawab. Maka video itu adalah menjawab pertanyaan," papar UAS.

Ketiga, jawaban dari pertanyaan jamaah yang disampaikan UAS berada di tengah umat Islam serta berada di ruang tertutup, hanya ada beberapa jamaah yang hadir pada kajian tersebut.

"Bahwa itu disampaikan di tengah komunitas masyarakat muslim, di dalam Masjid, di tempat tertutup, di tengah umat Islam dalam kajian khusus Sabtu subuh. Bukan di acara "Damai Indonesia Ku" di tvOne, bukan tabligh akbar di tanah lapang stadion sepak bola, bukan di waktu ramai sampai 100 ribu orang, tapi pengajian," jelasnya.

Yang keempat, UAS mengaku menjelaskan akidah umat Islam berkaitan dengan yang disampaikan pada penggalan video yang beredar di media sosial.

"Bahwa saya sedang menjelaskan aqidah keyakinan seorang muslim sebagaimana dalam Islam diajarkan. Innal malaikata sesungguhnya malaikat laa tadkhulu bayta tidak masuk ke dalam rumah fiihi tamatsil kalau di dalam rumah itu ada patung. Mengapa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patung, karena diantara tempat-tempat tinggal jin adalah patung," terang UAS.

"Oleh sebab itu penjelasan itu saya jelaskan untuk menjaga aqidah umat Islam. Saya tidak sedang kapasitas perbandingan agama atau berdebat atau berdialog tapi menjelaskan aqidah umat Islam," tambahnya.

Yang kelima atau terakhir, UAS menjelaskan video yang berbeda di media sosial tersebut merupakan video yang lama sekitar tiga tahun yang lalu.

"Bahwa itu sudah berlangsung saya tidak lagi memberikan kajian rutin subuh setelah keliling tabligh akbar, tapi itu lebih kurang tiga tahun yang lalu," demikian UAS.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya