Berita

Kerusuhan di Manokwari/Net

Politik

PHBI Jakarta: Warga Papua Dambakan Kesejahteraan Dan Keadilan Dalam Bingkai NKRI

SELASA, 20 AGUSTUS 2019 | 09:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia - Jakarta (PHBI Jakarta) menyayangkan sekaligus mengecam tindakan kekerasan yang terjadi di beberapa titik di wilayah Kesatuan Republik Indonesia terkait penyampaian aspirasi serta ekspresi dari warga negara.

Kecaman itu menyusul kekerasan yang dialami oleh beberapa mahasiswa Papua yang diduga dilakukan oleh aparat dan ormas di Surabaya dan Malang, Jawa Timur dan menyebabkan penangkapan terhadap 43 mahasiswa Papua yang belum tentu terbukti bersalah.

"Buntut dari kekerasan itu pula yang jadi penyebab terjadinya aksi protes besar-besaran dari saudara-saudara kita Papua di Manokwari dan di Jayapura," kata Direktur PHBI Jakarta, Sabar Daniel Hutahaean kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/8).


Peringatan Hari Kemanusiaan Internasional, yang jatuh pada setiap tanggal 19 Agustus, tercoreng oleh hilangnya kemanusiaan di tengah masyarakat dan aparat sebagai alat negara dan ini tidak boleh terjadi lagi.

"Rentetan kekerasan, diskriminasi hingga intimidasi yang diterima oleh mahasiswa Papua di beberapa daerah dalam satu pekan terakhir mencederai kemanusiaan dan HAM," tegasnya.

PHBI Jakarta juga menolak keras terhadap gerakan separatisme mengingat NKRI sudah final membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Rote.

"Persatuan dan kesatuan bangsa berdiri di atas prinsip kebangsaan dimana setiap warga negara Indonesia sama kedudukannya dalam hukum (equal before the law) dan negara harus hadir untuk menjamin itu semua," paparnya.

PBHI Jakarta mendesak Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menindak tegas aparat yang bersikap represif terhadap mahasiswa Papua sebagai preseden pengurangan tindakan represif.

"Papua adalah bagian integral Republik Indonesia. Kami berdiri bersama warga Papua yang mendambakan kesejahteraan dan keadilan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

"Oleh karena itu Kami mendukung sepenuhnya upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk secara terus-menerus menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan serta merata di tanah Papua," tandas Sabar Daniel menambahkan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya