Berita

Abdullah Pute bersama anggota DPD asal Sumatera/Net

Politik

DPD RI Harus Lahirkan Kreativitas Percepatan Pembangunan

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 18:34 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Setelah terpilih menjadi anggota DPD RI pada Pemilihan Legislatif 17 April 2019 lalu, mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh menggagas silaturahmi senator terpilih 2019-2024.

Kegiatan silaturahmi senator ini berlangsung 18 hingga 20 Agustus di Kota Batam, Kepulauan Riau. Silaturahmi ini dihadiri hampir seluruh anggota DPD khususmya wilayah Sumatera. Pada hari kedua, digelar dialog dengan tema "Eksistensi DPD RI 2019-2024 Antara Tantangan dan Harapan".

Dialog diisi oleh narasumber pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, dan politisi yang juga mantan anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani.


Dalam pembukaan kegiatan dialog, Abdullah Puteh menekankan bahwa DPD kedepan harus melahirkan kreativitas agar percepatan pembangunan di daerah semakin terasa.

"Pembangunan di daerah harus diarahkan kepada hal-hal yang prioritas seperti pengentasan kemiskinan, dan modernisasi pertanian. Mengingat Indonesia merupakan negara agraris," kata Abdullah Puteh.

Abdullah Puteh yakin bahwa DPD merupakan jalan terbaik membangun bangsa. DPD juga harus mendorong pemerintah pusat agar mampu menempatkan anggaran di setiap lembaga pemerintahan, secara proporsional sesuai prioritas pembangunan dan kebutuhan di setiap daerah.

Sedangkan, pakar hukum tata negara Margarito Kamis meginginkan agar DPD dapat melakukan pertemuan bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia secara berkala agar terjalin kolaborasi.

Margarito mendukung langkah Abdullah Puteh dan La Nyalla Mattalitti menjadi pimpinan DPD RI. Karena sosok Abdullah Puteh dan La Nyalla Mattalitti mempunyai gagasan yang besar menguatkan DPD dan memiliki pribadi pendengar yang baik.

Ahmad Yani dalam pernyatannya mengatakan, sudah seharusnya DPD menjalankan wewenangnya dengan tegas dan kuat karena pembangunan di bangsa ini selalu berkaitan dengan daerah.

Bustami Zainudin senator dari Lampung juga mengatakan hal yang sama, DPD menurutnya membutuhkan pemimpin yang mumpuni, memiliki prinsip dan komitmen tinggi.

"Bukan mencari komandan yang mengatur-atur kita sebagai anak buah. Bukan juga mencari orang pintar secara akademi tetapi melempem," kata Bustami.

Ditegaskannya, DPD membutuhkan nahkoda agar kedepan lebih baik lagi, dan mampu membawa perubahan menjadi jembatan daerah masing-masing.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya