Berita

Emil Salim/RMOL

Bisnis

Emil Salim: Bangun SDM Cara Jitu Serap Keuntungan Dari Perang Dagang

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 18:05 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Emil Salim menilai Indonesia harus bisa mengambil manfaat dari momentum perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.  

Caranya, menurut Emil dengan menggenjot pembangunan sumber daya manusia.

"Human resource, intinya, kunci utamanya adalah human resource (SDM)," kata Emil yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini di Hari Ulang Tahun Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) di JDC, Slipi, Jakarta Barat, Senin (19/8).


Hal itu selaras dengan fokus pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang akan menekankan pengembangan SDM pada tahun 2020.

Emil menjelaskan, SDM yang digenjot ini akan mempengaruhi bagaimana Indonesia menghadapi perang dagang. Khususnya bonus demografi dimana generasi usia 15 tahun keatas jumlahnya mendominasi jumlah penduduk Indonesia saat ini.

"Mengapa SDM saat ini sedang digencarkan, karena bonus demografi, jadi usia 15 tahun keatas ini menggembung, sekali dalam seumur hidup bangsa, usia 15 tahun itu menggelinding menjadi 196 juta," ungkapnya.

Dengan ini Emil menegaskan saat ini lebih baik pemerintah fokuskan pada pengembangan SDM, dari pada pengembangan berwujud fisik.

"Jika otak itu berisi kesempatan untuk mendidik maka 5 hingga 10 tahun yang akan datang kita akan terbang menembus peringkat 5 besar. Jadi intinya jangan utamakan fisik namun SDM," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya