Berita

Kerusuhan 21-23 Mei di Jakarta/Net

Hukum

Infonya, 8 Dari 10 Korban Kerusuahan 21-23 Meninggal Karena Hujaman Peluru

JUMAT, 16 AGUSTUS 2019 | 12:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada pertengahan Agustus ini akan mengungkap temuan Tim Pencari Fakta terkait tragedi Aksi Kedaulatan Rakyat 21-23 Mei yang memakan korban jiwa 10 orang di Jakarta dan Pontianak.

Demikian disampaikan oleh Inisiator 'Gerakan Pita Kuning' Kolaborasi Milenial Nusantara (KMN) , Wenry Anshory Putra kepada wartawan, Jumat (16/8).

"Rata-rata para korban tragedi tersebut masih berusia muda," katanya.


Dengan informasi itu, KMN berharap temuan itu akan diumumkan kepada publik agar benar-benar mampu mengungkap dugaan pelanggaran HAM yang terjadi.

"Mengingat Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menginformasikan kepada kami bahwa ada delapan orang yang wafat terkena peluru tajam," jelas Wenry.

Namun dari delapan orang yang wafat tersebut, hanya dua orang yang ditemukan peluru tajamnya, dan satu orang karena kekerasan.

Informasi tersebut diperoleh saat delegasi 'Gerakan Pita Kuning' KMN melakukan dialog dengan pimpinan Komnas HAM dan tokoh HAM belum lama ini.

"Pada 15 Juli 2019 lalu, Komnas HAM melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap anggota Polri yang bertugas di lapangan (Jakarta) pada 21-22 Mei," papar Wenry.

"Anggota Polri yang dipanggil dan diperiksa kurang lebih 10 orang, di antaranya Komandan Pleton (Danton) dan Komandan Kompi (Danki)," lanjutnya.

Terkait pemanggilan dan pemeriksaan tersebut, diharapkan Komnas HAM transparan kepada masyarakat.

"Tidak boleh ada diskriminasi penegakan HAM terhadap 10 orang yang menjadi korban jiwa dalam aksi kedaulatan rakyat, karena mereka adalah warga negara Indonesia," tegas Wenry.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya