Berita

Presiden Joko Widodo bersama petinggi parpol pengusung/Net

Politik

Jokowi Ingin Perbanyak Profesional Karena Lebih Loyal Dibanding Kader Partai

JUMAT, 16 AGUSTUS 2019 | 05:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ujian Joko Widodo sebagai presiden bukan hanya soal hak prerogatifnya dalam menentukan kabinet, namun kepatuhannya mendengarkan instruksi dari ketua umum partai pengusungnya.

Demikian yang disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago saat ditemui di kawasan Medan Merdeka Selatan.

"Maka saat Jokowi mengatakan akan membuat kabinet ahli 55:45, itu jadi pertimbangan buat PDIP (sebaga pengusung utama)," ujarnya, Kamis (15/8).


Pemilihan kabinet yang diisi kalangan profesional bukan tanpa alasan. Menurutnya, menteri dari luar partai politik akan cenderung lebih loyal kepada Presiden.

"Tetapi dari unsur parpol memang ada kelemahan. Pertama mereka harus loyal kepada Presiden, yang kedua loyal kepada partai asal usulnya, termasuk bertanggung jawab kepada ketua umumnya. Nah ini menjadi tantangan tersendiri," jelas Pangi.

Pangi mengatakan, dalam politik adalah soal who get's what dan tak ada makan siang gratis. Sebagai presiden yang sudah menjabat hampir satu periode, Jokowi dinilai sudah piawai menangani hal ini.

Salah satu cara yang sudah dilakukan Jokowi adalah dengan mengangkat menteri usulan partai politik terlebih dahulu.

"Strateginya diangkat dulu, 'kalau enggak beres salah anda sendiri dong, saya reshuffle tengah jalan', kan begitu," tuutpnya.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya