Berita

Presiden Jokowi saat bersama dengan kelompok milenial/Ist

Politik

Jokowi Harus Jaga Perasaan Partai Pengusung Jika Ngotot Libatkan Profesional

JUMAT, 16 AGUSTUS 2019 | 05:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ada kecenderungan perubahan komposisi kabinet pemerintahan Joko Widodo yang sejatinya diisi oleh partai politik pengusung.

Menurut pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, keinginan Presiden mengisi kabinet dari kalangan profesional tak ubahnya membentuk kabinet ahli.

"Jadi memang komposisinya ini kan sudah mengarah ke kabinet ahli, artinya yang mendominasi itu dari profesional ketimbang unsur parpol," ujar Pangi di kawasan Medan Merdeka Selatan, Kamis (15/8).


Dalam sistem presidensial multipartai, kata dia, kebanyakan unsur parpol lebih dominan dibanding unsur profesional. Namun jika dicermati, unsur parpol dalam kabinet nanti diprediksi hanya akan diisi 45 persen.

"Berarti inilah yang akan dibagi dalam power sharing dan sepertinya PDIP juga bersikeras tidak mau. Itu hal yang maklum," imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, penolakan PDIP tersebut lantaran partai pimpinan Megawati Soekarnoputri adalah parpol pemenang dan parpol pengusung utama yang menggerakkan mesin partai demi memenangkan Jokowi-Maruf.

"Dia adalah partai yang sudah berjuang dan berdarah-darah," lanjutnya.

Oleh karenanya, jika Presiden Jokowi tetap menginginkan profesional mendominasi kabinetnya, maka PR besar yang harus dikerjakan adalah menjaga perasaan partai koalisi.

"Misalnya Perindo berapa, walaupun dia enggak lolos di parlemen. Nanti yang dominan tetap dari PDIP, Golkar, Nasdem, dan PKB," sambungnya.

"Sejauh yang kita lihat, formasi 45:55 ini mungkin sudah final. Tetapi lobi-lobi, otak-atik terkait dengan nama pasti masih terjadi," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya