Berita

Diskusi Formappi membahas kinerja DPR RI/RMOL

Politik

Selesaikan Satu RUU Dalam Setahun, Kinerja DPR RI Dinilai Bobrok

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 | 22:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam masa sidang V pada 2018-2019 dinilai semakin merosot dibanding masa sidang I hingga IV. Padahal durasi hari kerja panjang, namun hanya menghasilkan satu Rancangan Undang-Undang (RUU).

Hal itu disesalkan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) yang menilai RUU hanya menjadi polusi yang mengotori kinerja DPR.

Direktur Eksekutif Formappi, I Made Leo Wiratma mengatakan, pada masa sidang IV DPR dapat menyelesaikan dua RUU Prioritas dalam kurun waktu yang singkat.


"Sementara dalam masa sidang V yang durasi hari kerjanya panjang, Formappi kembali prihatin karena DPR hanya menyelesaikan 1 RUU Prioritas," kata I Made Leo Wiratama kepada wartawan di Kantor Formappi di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (15/8).

Padahal kata Made, masih banyak RUU prioritas yang masih tersisa yang harus diselesaikan. Sehingga, ketidakmampuan DPR memenuhi target pengesahan RUU Prioritas lainnya menunjukkan rendahnya koordinasi antar alat kelengkapan Deesn

Padahal masih begitu banyak RUU prioritas yang harus diselesaikan, sehingga ketidakmampuan DPR memenuhi target pengesahan RUU-RUU Prolegnas Prioritas menunjukkan rendahnya koordinasi antar Alat Kelengkapan Dewan.

Selain itu, hanya mampu menyelesaikan satu RUU Prioritas pada masa sidang V menjadikan kinerja DPR tahun 2019 dinilai stagnan. Formappi pun mencatat, rata-rata DPR hanya bisa menyelesaikan satu undang-undang setiap masa sidang.

Dengan demikian, hal itu menunjukkan hilangnya semangat DPR untuk berubah dan mengoreksi kinerja buruk periode sebelumnya.

"Apa yang diinisiasi oleh Ketua DPR dengan mengerucutkan jumlah RUU Prioritas setiap masa sidang tidak berdampak pada semakin tingginya capaian. Dengan koordinasi yang tak padu, sulit mengharapkan capaian yang terarah dan maksimal," kata I Made.


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya