Berita

Buya Syafii Maarif/Net

Politik

Pesan Buya Syafii, Susun Kabinet Yang Profesional Tapi Jangan Anti Partai

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 | 17:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada pesan khusus yang disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif kepada presiden terpilih Joko Widodo dalam menyusun Kabinet Kerja jilid II.

Pesan itu disampaikan usai Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X berkunjung ke kediamannya di Nogotirto, Gamping, Sleman, Kamis (15/8).

Dalam pesannya, anggota dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu meminta Jokowi menyusun kabinet yang profesional. Tapi profesional yang dimaksud bukan berarti Jokowi harus anti partai.


“Jadi profesional itu bukan anti partai, tapi dicari orang-orang partai yang profesional, yang mempunyai integritas, yang patriot, itu yang penting,” tegas Buya Syafii.

Menteri dari kalangan partai harus dipastikan bukan seorang pesuruh, yang hanya bisa membenarkan dan nurut pada mantan walikota Solo itu. Melainkan orang yang benar-benar bisa memberi masukan kepada presiden sesuai kondisi yang memang tengah dihadapi.

“Jadi jangan yes-yes saja, (tapi) yang betul-betul memberi masukan benar berdasarkan fakta,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya