Berita

Jurubicara KPK, Febri Diansyah/Net

Hukum

KPK Terus Dalami Alur Pengadaan Proyek BHS Bandara Yang Dikelola Angkasa Pura II

KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 | 03:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mekanisme dan alur kerja pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) di enam bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II terus didalami.

Pendalaman tersebut dilakukan KPK dengan menggali saksi dari Dirut PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin terkait kasus dugaan suap pengadaan BHS pada PT Angkasa Pura Propertindo (APP) yang dilaksanakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) tahun 2019.

"Kami perlu mendalami lebih rinci, lebih lanjut terkait hal itu (mekanisme tender)," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu malam (14/8).


Hal itu dinilai perlu lantaran KPK melihat proses pengadaan pekerjaan BHS melalui mekanisme tender tak akuntabel lantaran menunjuk PT INTI untuk melaksanakan pengerjaan tersebut.

Selain Awaluddin, KPK juga memeriksa lima orang pejabat di PT Angkas Pura II, yakni AVP of Proc and Log AP II, Munalim serta tiga Operation Service Procurement Senior Officer AP II, Rudi Syamsudin, Irja Fuadi, Ponny Suryaningsih, dan Rusmalia.

Febri menambahkan, pemeriksaan mereka juga berkaitan dengan anak perusahaan PT Angkasa Pura II, yakni PT Angkasa Pura Pertindo.

"Tentu kami perlu mendalami lebih lanjut dari para pejabat di PT AP II ini terkait dengan bagaimana pengalokasian, perencanaan, dan juga pelaksanaan proyek BHS di enam bandara tersebut," ungkap Febri.

Lebih lanjut, Febri menegasakan masih mengejar pihak-pihak lain, dalam hal ini 'petinggi' di dua perusahaan plat merah ini dengan menjerat pihak terkait.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya