Berita

Arissetyanto Nugroho (kanan)/Net

Politik

IKAL PPSA Dukung Penuh Arissetyanto Nugroho Jadi Rektor UI

RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 15:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak hanya kualifikasi pendidikan yang harus dimiliki seorang calon rektor. Tapi juga butuh tiga syarat sehat, yaitu sehat jasmani, rohani, dan ideologi.

Atas dasar itu, Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas PPSA XXI (IKAL PPSA XXI) mendukung penuh Arissetyanto Nugroho menjadi rektor Universitas Indonesia (UI) untuk masa jabatan 2019 hingga 2024.

Ini lantaran Aris merupakan alumnus Lemhannas PPSA XXI. PPSA (Program Pendidikan Singkat Angkatan) adalah program pendidikan pemimpin nasional strategis tertinggi di Lemhannas. PPSA merupakan pendidikan pimpinan nasional strategis yang biasa disebut pendidikan setara bintang dua, yang diikuti pejabat TNI/Polri dan Sipil terseleksi.


Pendidikan setara bintang dua mengingat peserta TNI/Polri adalah mereka yang berbintang satu hingga bintang tiga, dan sementara peserta sipil berasal dari para tokoh masyarakat dan para rektor perguruan tinggi.

“Setidaknya mereka yang sudah masuk dalam pendidikan Lemhannas adalah mereka yang dinyatakan lulus secara administratif, sehat jasmani, sehat rohani dan sehat ideologi yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini,” urai Ketua IKAL PPSA XXI, Komjen Pol (Purn) Arif Wachjunadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/8).

Arif menilai pengalaman Arrisetyanto sebagai alumni PPSA sangat dibutuhkan oleh UI. Apalagi beberapa waktu lalu UI diberitakan sebagai salah satu dari sepuluh perguruan tinggi negeri yang terpapar radikalisme.

Baginya, Indonesia tidak hanya membutuhkan orang pandai, tetapi membutuhkan pimpinan yang setia akan NKRI serta Pancasila yang mampu bersikap tegas dalam menghadapi radikalisme.

“Demi Indonesia di masa depan, tantangan utama yang dihadapi UI adalah menghasilkan para sarjana yang memiliki jati diri Indonesia serta setia akan ideologi,” kata mantan Sestama Lemhannas itu.

Arif yakin ditangan Aris, mahasiswa UI bakal memiliki wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan menjunjung tinggi budaya nusantara. Selain itu, Aris juga dapat mengembangkan kewirausahaan (enterpreneurship) UI lebih maju lagi.

“Sebab Aris adalah  penerima penghargaan Satyalancana Wira Karya tahun 2016 dari Presiden Jokowi. Karena dianggap berhasil mengembangkan kurikulum kewirausahaan di kampus, sehingga mendorong para alumni untuk menjadi job creator atau pencipta lapangan kerja,” tegasnya.

Arissetyanto Nugroho adalah satu dari 21 calon rektor yang lolos seleksi. Mereka yang lolos seleksi antara lain

1.    Prof. Hikmahanto Juwana, Universitas Indonesia (FHUI)
2.    Chandra Yusuf, Universitas YARSI
3.    Maksum Syahri Lubis, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara
4.    Baskoro Abie Pandowo, PT PUCO
5.    Prof. Budi Wiweko, Universitas Indonesia (FKUI)

6.    Mutiara Hikmah, Universitas Indonesia (FHUI)
7.    Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada, Institut Teknologi Bandung (ITB)
8.    Yasman, Universitas Indonesia (FMIPA UI)
9.    Firman Zulkifli Amin, University of Tsukuba
10. Arissetyanto Nugroho, Universitas Mercu Buana

11. Prof. Ari Kuncoro, Universitas Indonesia (FEB UI)
12. Hendri Dwi Saptioratri Budiono, Universitas Indonesia (FTUI)
13. Prof. Edvin Aldrian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
14. Adis Imam Munandar, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia (SKSG UI)
15. Agustin Kusumayati, Universitas Indonesia (FKM UI)

16. Agustan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
17. Budi Ibrahim, Pertamina Persero Upstream Technology Center
18. Rangga Handika, Tokyo International University
19. Prof. Rosari Saleh, Universitas Indonesia (FMIPA UI)
20. Prof. Bambang Wibawarta, Universitas Indonesia (FIB UI)

21. Prof. Abd. Haris, Universitas Indonesia (FMIPA UI)

Sebagai tahapan selanjutnya, para bakal calon Rektor terjaring akan mengikuti proses berikutnya dengan jadwal sebagai berikut:

Proses penyaringan oleh P3CR (14-28 Agustus 2019); Pengumuman 20 calon Rektor tersaring (2 September 2019); Proses penyaringan oleh Pansus Pilrek (2-15 September 2019); Pengumuman 7 calon Rektor tersaring (16 September 2019); Presentasi 7 calon Rektor tersaring di depan pakar (18-20 September 2019); Pengumuman 3 calon Rektor (20 September 2019); Debat publik 3 calon Rektor (23 September 2019); dan Penetapan Rektor terpilih (25 September 2019).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya