Berita

Ilustrasi salah satu lukisan Ilya Repin/Net

Jaya Suprana

Ilya Yefimovich Repin

RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 08:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

JIKA Indonesia punya Raden Saleh Syarif Bustaman, Jepang punya Katsushika

Hokusai, Meksiko punya Frida Kahlo, Italia punya Raffaello Sanzio da Urbino, Belanda punya Rembrandt Harmenszoon van Rijn , Belgia punya Peter Paul Rubens, Spanyol punya Diego Velasquez, Prancis punya Eugene Delacroix, Amerika Serikat punya George Bellows, maka Rusia punya Ilya Yefimovich Repin.

Realisme


Ilya Yefimovich Repin adalah pelukis aliran realisme kebanggaan Rusia abad XIX kelahiran Ukraina yang di ranah senirupa kerap disetarakan dengan Leo Tolstoy di senisastra. Karya-karya lukisan Repin melukiskan kehidupan masyarakat Rusia di alam pertanian, militer sampai agama.

Antara lain Prosesi Religius di Provinsi Kursk, Jawaban Kosak Zaporozian dan Para Penarik Tambang Perahu di Tepi Wolga yang tampil di atas sebagai ilustrasi naskah ini.

Karier Repin diawali sebagai pelukis ikonigrafi serta potret tokoh-tokoh masyarakat berdasar pesanan. Pada 1901, dianugerahi penghargaan nasional Rusia Legion of Honour dan makakarya-mahakarya seperti 17 Oktober 1905 dan potret-potret dipamerkan di World Exhibition 1911 di Italia.

Repin mendukung Revolusi Februari 1917, tetapi skeptis terhadap Revolusi Oktober. Maka memilih untuk eksil ke Finlandia sampai akhir hayat.

Pameran akbar mahakarya Repin dipamerkan di Moskow pada 1924 sebagai perayaan ulang tahun Repin ke-80. Disusul pameran akbar di Leningrad sebelum meninggal dunia pada 1930.

Estetikal

Mahakarya-mahakarya Ilya Repin memiliki makna mendalam dalam ungkapanestetikal sukma zaman pada karakteristika kehidupan sosial maupun individual Rusia. Upaya mencari kebenaran mengarahkan mahakarya-mahakaryanya ke berbagai tujuan yang dipengaruhi sisi-sisi pengalaman sosio-politik, nasionalisme, serta spiritual.

Seperti lazimnya para pelukis realisme Rusia pada zamannya, Repin mengungkap konflik dramatis yang terjadi pada masa kontemporer maupun masa lalu. Sebagian besar mahakarya Repin berlatarbelakang suasana kehidupan masyarakat Ukrania.

Repin juga kerap menggunakan tema-tema mitologikal. Lukisan-lukisan religius Repin termasuk paling terkemuka pada abad XIX di Rusia. Tidak kurang dari Fyodor Dostoyevski, Vladimir Stasov, dan Leo Tolstoi memuji mahakarya Ilya Repin dalam upaya mengungkap perjuangan masyarakat Rusia saat menempuh perjalanan hidup yang keras.

Dalam hal teknik seni rupa, saya pribadi merasakan pengaruh sentuhan garis dan tata-warna Diego Velasquez pada lukisan-lukisan Ilya Repin.

Penulis adalah pembelajar peradaban dan kebudayaan dunia.



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya