Berita

Briptu Hedar/Net

Hukum

Jangan Gegabah, Ini Yang Perlu Dilakukan Sebelum Serang Balik Pembunuh Briptu Hedar

RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 03:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Aparat keamanan harus berhati-hati dalam menangani kasus penembakan yang menimpa Bruptu Hedar yang terjadi di Tanah Papua.

"Agar berhati-hati tidak melakukan tindakan melampaui batas hingga berdampak pada korban sipil," kata pengamat pertahanan dan keamanan, Mufti Makarim saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Selasa (13/8).

Termasuk soal pernyataan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu yang meminta melakukan serangan balik terhadap KKB. Menurutnya, aparat tak boleh bertindak gegabah.


"Kalau ada serangan ke aparat bisa saja digelar operasi. Tidak harus operasi militer berupa serangan, tetapi bisa dengan operasi intelijen dahulu," jelas Mufti.

Briptu Hedar ditemukan tewas di Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (13/8). Ia disebut tewas usai disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Briptu Hedar meninggal akibat tembakan di bagian kepala dan leher. Sebelum gugur, polisi sempat melakukan negosiasi untuk menyelamatkan Briptu Hedar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya