Berita

Gedung KPK/Net

Politik

Gerak Cepat KPK Cek Potensi Korupsi Menteri Dibutuhkan Jokowi

SELASA, 13 AGUSTUS 2019 | 17:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus membantu Presiden Joko Widodo untuk mempercepat memilih menteri-menteri yang bersih dari potensi korupsi.

Di satu sisi, Jokowi harus menyerahkan nama-nama menterinya saat ini kepada KPK untuk didalami. Jika kemudian ditemukan menteri yang berpotensi dicokok KPK, maka harus diberi tanda agar Jokowi tahu.

“Artinya membantu presiden untuk segera membenahi orang-orang di kementerian supaya mendapat sosok yang lebih bersih atau lebih baik dalam kinerjanya,” ujar Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (13/8).


Menurutnya, Jokowi perlu melakukan itu. Apalagi, kini banyak menteri yang sering disebut dalam kasus yang ditangani KPK.

Seperti Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang dikaitkan dalam kasus suap KONI, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kasus suap jual beli jabatan di Kemenag, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam kasus suap impor pangan.

Dengan menyerahkan nama-nama menteri ke KPK, maka Jokowi bisa memilih pendamping yang bersih dan tidak mencederai kredibilitasnya.

“Paling tidak membuktikan terlibat atau tidak menteri-menteri yang selama ini di sinyalir terkena kasus korupsi," jelasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya