Berita

Almarhum Briptu Hedar/Istimewa

Pertahanan

Polisi Di Papua Tewas Di Tangan Penyandera, TNI-Polri Diminta Tindak Tegas Pelaku

SENIN, 12 AGUSTUS 2019 | 21:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

TNI dan Polri diminta untuk menindak tegas pelaku kriminal bersenjata di Papua yang terlibat dalam kematian Briptu Hedar. Polisi naas ini disandera oleh sekelompok orang tak dikenal di Kampung Usir, Puncak Jaya, Papua, dan telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

"Ini penting karena kelompok ini sudah menggamgu keamanan bangsa, dan negara," ujar Direktur Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan, kepada redaksi, Senin malam (12/8).

Menurut mantan anggota Kompolnas ini, negara tidak boleh kalah terhadap siapa saja yang menggangu keamananan bangsa. "Keamanan negara dan masyarakat serta aparat negara adalah yang utama," kata dosen  hukum dan kepolisian pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta itu.


Sejauh ini, Edi menilai upaya negosiasi yang dilakukan Polri sudah maksimal.  Sehingga tindakan tegas sudah tepat dilakukan. "Berbagai upaya sudah dilakukan.  tapi kenyataanya kelompok KKB ini tidak menggubrisnya," tukasnya.

Edi juga juga berharap pimpinan Polri di Papua memperhatikan keluarga anggota yang gugur dalam tugas berat tersebut. "Kami ajak seluruh jajaran Polri dan TNI di Papua supaya berhati hati dalam tugas dan terus tingkatkan kewaspadaan dilapangan," tambah doktor ilmu hukum tersebut.

Diketahui, awal mula Briptu Hedar disandera ketika tengah melaksanakan tugas penyelidikan bersama seorang rekannya Bripka Alfonso Wakum. Hedar menghampiri sedangkan kawannya Bripka Alfonso menunggu di atas motor.

Pada saat Hedar berbicara kemudian ada sekelompok orang datang dan langsung membawa (menyandera) Hedar, kemudian ia ditemukan tewas.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya