Berita

Jokowi dan para ketum partai pendukung/Net

Politik

Ada Fenomena Aneh Di Koalisi Pendukung Jokowi

MINGGU, 11 AGUSTUS 2019 | 19:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

. Ada fenomena aneh jelang presiden terpilih Joko Widodo mengumumkan nama-nama menteri di Kabinet Kerja jilid II. Fenomena itu adalah para ketua umum koalisi yang secara gamblang meminta jatah.

Ada partai di lingkaran Jokowi yang mengajukan 10 hingga 11 nama untuk dijadikan menteri. Bahkan teranyar, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara terang-terangan minta jatah paling banyak.

"Partai secara terang-terangan meminta jatah menteri kepada presiden. Secara etika politik ini sesuatu yang terkesan kurang positif, " ujar pengamat politik dari CSIS, Arya Fernandes kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (11/8).


Seharusnya, sambung Arya, pembentukan kabinet didasari kebutuhan publik dan disesuaikan agenda presiden. Sementara kapasitas partai adalah berbicara mengenai prioritas kerja lima tahun ke depan.

"Tapi belum apa-apa sudah bicara, siapa dapat apa dan berapa? Ini satu hal yang aneh, " ucapnya.

"Jadi koalisi berpikir selama ini hanya bagi-bagi kursi saja . Itu tidak baik bagi demokrasi kita, " tutup Arya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya