Berita

Qatar/Net

Jaya Suprana

Dua Keberanian Qatar

SABTU, 10 AGUSTUS 2019 | 11:33 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

QATAR menjadi populer di masyarakat dunia akibat dua keberanian.

Pertama berani dimusuhi Arab Saudi beserta para sekutunya kecuali Oman. Kedua berani menyelenggarakan Piala Dunia Sepakbola 2022.

Mungil


Qatar merupakan negara kecil mungil terletak di tepi Teluk Persia, dengan luas wilayah 11.500 kilometer persegi, hanya sepertiga Provinsi Jawa Barat.

Semula Qatar merupakan negara paling miskin di Timur Tengah. Baru setelah produksi minyak meningkat pesat sejak merdeka pada awal tahun 70-an abad XX, secara dramatis Qatar menduduki posisi terhormat sebagai negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia.

Sebelumnya, sebagai negara protektorat Britania Raya, Qatar hanya hidup dari sektor perikanan dan bisnis mutiara.

Sejak tahun 1973 sampai masa kini, GDP Qatar melangit sekitar 1.000 persen atau 10 kali lipat.

Terkaya

Di masa kini, Qatar merupakan negara terkaya di dunia, dengan jumlah GDP per kapita mencapai 129.000 dolar AS, lebih tinggi ketimbang Luksemburg yang menempati peringkat ke-2.

Populasi Qatar hanya 2,6 juta jiwa dan hanya 300 ribu yang merupakan warga Qatar asli, sementara 2,3 juta lainnya pendatang.

Jumlah pendatang yang hampir delapan kali lipat dari penduduk pribumi Qatar tersebut dihadirkan oleh ekspansi serta esklasi pembangunan Qatar di segala bidang.

Jaminan kesehatan, sistem pendidikan, hingga infrastruktur sampai ke kebudayaan secara drastis dibenahi. Infrastruktur teknologi dan informasi Qatar paling terkemuka di jazirah Arab.

Emir

Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani adalah putra keempat Hamad bin Khalifa Al Thani yang kemudian dinobatkan menjadi Emir Qatar.

Sheik Tamim menempuh studi di mancanegara sebelum menduduki berbagai jabatan penting di kepemerintahan Qatar sebelum menjadi pemimpin Qatar yang sangat peduli kebudayaan maka mendirikan Museum Islam dan Museum Nasional serta membina olahraga di Qatar.

Sheikh Tamim merupakan pemimpin monarki termuda di Timur Tengah.

Poster wajah Emir Qatar terpampang monumental di sepanjang jalan raya dari airport ke hotel sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih rakyat Qatar kepada Sheik Tamim bin Hamad Al Thani.

Liberalisasi

Qatar gigih berupaya melakukan liberalisasi di segala bidang.

Semisal pendirian stasiun televisi Al Jazeera (1996) demi menandingi pemberitaan CNN dan BBC, mendorong hak politik perempuan untuk memilih dan dipilih (1999), pembentukan konstitusi tertulis pertama yang memberikan jaminan hak-hak bagi masyarakatnya serta jaminan non-diskriminatif atas perbedaan apapun, baik jenis kelamin, ras, bahasa, maupun agama (2005), serta pendirian Gereja Katolik Roma di Miskat pada tahun 2008.

Gerakan modernisasi Qatar jelas bermakna sangat positif bagi masyarakatnya. Qatar terus-menerus memperkokoh posisi politik, ekonomi maupun kebudayaan Qatar di panggung internasional.

Qatar terlibat pada konflik Libya dengan mendukung pemberontak anti-Qaddafi. Qatar terlibat dalam konflik di Suriah dengan mengirim senjata ke mereka yang memberontak terhadap Assad.

Amerika Serikat dipersilakan mendirikan pangkalan militer di Qatar meski di sisi lain dicurigai mendukung terorisme Al-Qaida. Akibat kekurangan sumber daya manusia, warga asing dipekerjakan sebagai militer dan polisi.

Qatar berhasil terpilih sebagai penyelenggara Piala Dunia sepak bola 2022.

Namun mungkin dosa Qatar terparah terhadap Arab Saudi dan sekutunya kecuali Oman adalah kemesraan jalinan hubungan Qatar dengan Iran sebagai musuh bebuyutan Arab Saudi.

Penulis adalah pembelajar peradaban dan kebudayaan dunia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya