Berita

Megawati-Prabowo Subianto/Doc.PDIP

Politik

Prabowo Merapat, Megawati Semakin Di Atas Angin

JUMAT, 09 AGUSTUS 2019 | 18:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PDI Perjuangan sepertinya menyadari bahwa pilihan-pilihan poiltiknya tidak sepenuhnya diterima  oleh partai-partai politik lain, bahkan di dalam koalisi pengusung Joko Widodo itu sendiri.

"PDIP  membuat strategi baru, untuk menaikan posisi tawarnya di hadapan koalisi ini dengan cara mencari kawan baru," ujar pengamat politik Arya Fernandes saat dijumpai di gedung Komnas HAM, Menteng, Jumat (9/8).

PDIP sadar kawan baru tersebut bernama Gerindra yang juga punya kesamaan visi untuk bergabung dengan pemerintah. Maka tidak aneh saat Kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach Hotel, Megawati tampak sangat bahagia dan selalu menyebut nama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.


Ketika kepentingan antara PDIP dan Gerindra bertemu, tambah Arya, PDIP akan berada di atas angin. Partai banteng itu akan bisa menegosiasikan banyak hal dan menaikan posisinya di tengah partai lain.

"Namun kalau ujungnya Gerindra benar-benar masuk di koalisi Jokowi, resiko politik yang ditanggung juga tidak mudah. Pertama tentu akan menyulitkan negosiasi, kedua kesulitan untuk sinkronisasi dalam tingkat platform yang berbeda, ketiga resisten dari partai pengusung Jokowi dan potensi retaknya koalisi," papar Arya.

Bisa saja nantinya akan muncul dua kekuatan baru di internal koalsisi Jokowi yang mana menurut Arya mungkin saja tidak akan berhasil dikendalikan Jokowi.

"Kalau itu terjadi tentu akan menggangu jalannya pemerintahan," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya