Berita

Prabowo Subianto dan Megawati/Net

Publika

The Politics Of Hatred

JUMAT, 09 AGUSTUS 2019 | 06:13 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

WAKIL Ketua Advokasi DPP Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko alias Hence menyatakan, "Poros Tengku Umar-Kertanegara (Megawati, Jokowi, Prabowo) akan terbentuk secara alamiah.

Hari ini tanggal 08 Agustus 2019, Pak Prabowo datang ke Kongres PDI Perjuangan di Bali. "Anak Banteng" sambut kedatangannya dengan meriah.

Karangan bunga dari Pak Prabowo jadi objek selfie kader-kader PDI Perjuangan.


Para Pimpinan dari Partai Demokrat, PKS, dan PAN tidak keliatan. Mungkin tidak diundang. Surya Paloh lesu darah. Dia ingin pertahankan posisi Jaksa Agung tetap milik Nasdem. Ibu Megawati tak bisa menyembunyikan kegembiraan di pidatonya.  

Kolaborasi tiga pihak ini mengubah peta politik. Minimal ada dua impact.

Pertama, Pasca Pertemuan Mega-Pro, semua "anak banteng" struktural mendatangi Pengurus Gerindra di daerah.

Kader Gerindra dianggap "saudara". Mereka senang. Kedua Partai punya langgam serupa; Partai Nasionalis Patriotik.

Koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra dipastikan memenangkan mayoritas Kepala Daerah yang diusung keduanya di Pilkada 2020. No political power would be able to stop their rage.

Bayangkan spanduk Calon Wali Kota dengan background Ibu Megawati di kiri dan Pak Prabowo di kanan. "Seng ada lawan," kata Lawyer Ali Lubis.

Kedua, The end of political hatred culture. Gerindra, Pak Prabowo, Ibu Megawati, Jokowi, PDI Perjuangan, Hendarsam Marantoko dan semua kader mengakhiri kultur politik kebencian yang entah ditanam oleh siapa.

The Politics of hatred telah menjadi trend global. Di Israel, Netanyahu’s victory disebabkan exploitasi retorika anti-Muslim dan anti-Palestina. Di atas kedua platform rasa benci itu, dia dorong visi membangun “Greater Israel” at the expense of Palestinians.

Radio Host Bill Kelly mengatakan, "The politics of hatred is tearing us apart."

Segelintir orang meneruskan praktik politics of hatred itu. Mereka meradang melihat Pak Prabowo, Ibu Megawati dan Puan Maharani potret diri. Beredarnya foto Pak Prabowo dengan Hendropriyono dan Diaz membuat orang-orang itu kesurupan.

Sebelumnya, mereka hanya benci kepada Jokowi dan Megawati. Sekarang mereka pun benci Pak Prabowo.

Caci maki mereka kasar. Untungnya, mereka sedikit. Semakin terisolasi dalam ruang yang gelap. Ya mereka sendirian. Hanya ditemanin rasa benci mereka yang irasional.

Akhirnya mereka menulis sebuah catatan sarkasme. Judulnya memuji Prabowo. Isinya menghasut dan adu domba PDI Perjuangan vs Gerindra.

Mereka senyawa dengan praxis Kelompok TKN 01 yang marah akibat Ibu Megawati merangkul Pak Prabowo masuk pemerintahan.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya