Berita

Ilustrasi KPK/Net

Politik

Anggota Polri Dan Jaksa Punya Hak Yang Sama Jadi Capim KPK

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 18:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) periode 2019-2023 menyisakan 40 orang setelah menjalani tes psikologi. Mereka terdiri dari lintas profesi, mulai unsur dosen, akademisi, advokat, jaksa, pensiunan jaksa, dan hakim, Polri, auditor, Komisi Kejaksaan RI, Komisioner KPK, PNS, pensiunan PNS.

Direktur Al Mentra Institute, Karman BM mengatakan, kritik dari masyarakat sipil terkait proses pemilihan Capim KPK adalah hal biasa. Meski demikian, Karman meyakini sistem seleksi pimpinan KPK sudah mapan.

"Karena memang sistem yang ada di KPK sudah mapan. Personal pribadi pimpinan KPK tak akan mampu melawan sistem yang telah jadi SOP baku di KPK", sebut mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) itu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/8).


Menurut Karman, bila ada yang mengkritisi orang-orang tertentu, ada kemungkinan memang ada upaya membangun opini negatif dan menjegal calon pimpinan tertentu.

"Capim KPK yang 'Qualified' harus didukung termasuk dari Polri dan Jaksa", tegas Karmanm

Lebih lanjut Karman menjelaskan, calon dari kedua unsur tersebut (Polri Dan Jaksa) memiliki kelebihan untuk penguatan kelembagaan KPK. Polri dan Jaksa kata Karman, dianggap punya pengalaman melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap sebuah kasus yang ditangani selama ini.

"Karena kedua lembaga tersebut saya anggap memiliki pengalaman dan jejaring yang tentunya kelembagaan KPK bisa lebih maksimal dalam memberantas korupsi ke depan", tegas Karman.

Karman berharap, pansel Capim KPK tidak terpengaruh dengan opini yang bisa menyudutkan calon tertentu khususnya dari kepolisian dan kejaksaan. "Karena sesuai dengan amanat undang-undang siapapun boleh selama dia memenuhi kualifikasi dan mampu memberantas korupsi", pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya