Berita

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade (tengah)/Net

Bisnis

Wasekjen Gerindra Resmi Laporkan Dugaan Predatory Pricing Semen China Ke KPPU

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 17:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade resmi melaporkan dugaan praktik predatory pricing perusahaan semen China ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Andre melaporkan kasus dugaan praktik jual rugi yang mengancam perusahaan lokal di pasar nasional itu dengan ditemani perwakilan Serikat Pekerja Semen Padang.

Pelaporan dilakukan karena Andre tidak ingin industri strategis nasional terus mengalami kerugian, seperti terjadi pada Krakatau Steel yang tidak kuasa menghadapi gempuran baja China.


"Saya khawatir hal yang sama akan terjadi di industri semen. Untuk itu, saya secara resmi melaporkan dugaan adanya praktik jual rugi yang menyalahi pasal 20 UU 5/1999," katanya di Kantor KPPU, Jakarta, Kamis (8/8).

Dia menguraikan bahwa industri semen sedang oversupply karena pasokan semen lebih besar dibandingkan permintaan pasar semen domestik. Sehingga pabrik lokal kompak untuk membatasi kapasitas produksi menjadi 65 persen. Artinya, sepertiga kapasitas pabrik tidak bekerja.

"Namun pabrikan semen asal Tiongkok ini tetap ekspansif membuka pabrik-pabrik baru. Maka, kami berharap pemerintah segera melakulan moratorium sampai dugaan jual rugi ini diputuskan oleh KPPU," tegas anggota DPR terpilih itu.

Dalam jangka pendek, harga semen yang rendah memang akan menguntungkan bagi masyarakat. Akan tetapi dalam jangka panjang ketika kondisi monopoli terjadi justru konsumen akan dirugikan.

"Saya harap KPPU menindaklanjuti laporan ini dengan profesional demi menyelamatkan industru semen nasional daru terkaman semen Tiongkok," pungkas Andre.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya