Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Belajar Ojo Dumeh Dari Blackout

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 09:15 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

LAZIMNYA manusia, termasuk saya, menganggap segala sesuatu yang sudah terbiasa tersedia seperti udara, sinar matahari, dan air sebagai take for granted alias tidak penting akibat sudah sewajarnya tersedia. Bagi masyarakat yang disebut modern, listrik juga termasuk take for granted.

Maka ketika terjadi Black-Out akibat masalah entah apa yang sebenarnya dihadapi Perusahaan Listrik Negara, terjadilah suatu kejutan-peradaban yang telak menghantam hulu-hati masyarakat Indonesia. Mulai dari pemulung sampai presiden semua tidak berdaya menghadapi pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara Indonesia pada Minggu 4 Agustus 2019.

Human Error


Black-Out 4819 merupakan malapetaka akibat kesalahan manusia alias human-error. Karena yang bisa berdosa hanya manusia, bukan teknologi. Silakan PLN kreatif mencipta alasan sebagai upaya mengampuni dosa, namun pada hakikatnya Black-Out 4819 merupakan pembelajaran bagi umat manusia agar mereka senantiasa ojo dumeh alias jangan takabur.

Black-Out 4819 membelajarkan umat manusia ojo dumeh, maka jangan takabur meyakini bahwa apa yang disebut teknologi adalah sempurna. Teknologi adalah karya manusia, sementara manusia mustahil sempurna.

Maka dengan sendirinya karya manusia termasuk teknologi sedahsyat apa pun juga terpaksa mustahil sempurna.

Lumpuh

Black-Out 4819 menyadarkan kita semua bahwa apabila listrik padam maka lumpuhlah segenap kegiatan bangsa Indonesia, yang mutlak hanya bisa berfungsi dengan daya listrik. Mulai dari sistem perbankan, keuangan, penerbangan, perjalanan sampai ke mobile phone yang dimiliki nyaris setiap insan dari ratusan juta warga Indonesia.

Akibat Black-Out 4819, saya tidak bisa mengirim naskah harian ke redaksi kantor-kantor berita yang sudi memuat tulisan saya. Black-Out 4819 memacetkan MRT. Black-Out 4819 mengungkap fakta ketidakadilan sosial terhadap sebagian warga Indonesia yang tidak mampu membeli genset atau enerji alternatif non-BBM.

Black-Out 4819 juga menyadarkan Kementerian ESDM agar ojo dumeh, karena tega membiarkan bangsa Indonesia tergantung hanya pada enerji minyak bumi, batu bara, dan gas bumi saja. PLN wajib memiliki pembangkit listrik menggunakan enerji alternatif agar bangsa Indonesia tidak menggantungkan nasib hanya pada sumber daya mineral belaka.

Keamanan Nasional

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia wajib segera menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan segenap kementerian serta badan yang berada di bawah naungannya. Demi meningkatkan manajemen keamanan segenap Pusat Tenaga Listrik yang di bawah tanggung jawab PLN.
Black-Out 4819 membuktikan secara tak terbantahkan bahwa urat Achilles Republik Indonesia terletak pada PTL, yang apabila mengalami kerusakan potensial melumpuhkan kehidupan.

Menkopolhukam beserta segenap kementerianya bertanggung jawab atas keamanan seluruh PTL, demi melindungi Indonesia dari kelumpuhan total. Dan di atas segala-galanya, Black-Out 4819 mengingatkan kita semua bahwa pada hakikatnya manusia sama sekali tidak berdaya ketika menghadapi Kehendak Yang Maha Kuasa. AAMIIN.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya