Berita

DR. Rizal Ramli/Net

Bisnis

Begini Cara Out Of The Box Rizal Ramli Saat Menyelamatkan PLN

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 | 22:18 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Ekonom senior DR. Rizal Ramli pernah menyelesaikan persoalan listrik saat dirinya dipercaya Presiden Abdurrahman Wahid menjadi Menko Perekonomian antara 2000 dan 2001.

Menurutnya, belajar dari pengalaman di masa lalu, sering terjadi KKN dan patgulipat di tubuh BUMN. Untuk menghadapi patgulipat yang melibatkan banyak pihak ini, perlu strategi out of the box yang berorientasi pada keuntungan bagi rakyat banyak.

Saat menjabat sebagai Menko Perekonomian itu, RR baru mengetahui bahwa hampir semua dari 27 kontrak Pembelian Listrik Swasta atau Public Private Partnership (PPP) sebelumnya ternyata dipenuhi praktik KKN dan mark-up sampai 7 sampai 12 sen dolar AS per KW. Padahal diseluruh dunia hanya 3 sen dolar AS.


Konco-konco pihak yang berkuasa sebelumnya mendapat saham kosong yang ditukar dengan tariff yang sangat mahal, yang merugikan rakyat Indonesia.

Akibatnya, beban PLN naik besar sekali, menjadi 85 miliar dolar AS, dan PLN nyaris bangkrut.

Pemerintahan BJ Habibie yang berkuasa setelah Reformasi, via Dirut PLN Adi Satria, pernah berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan mengajukan salah satu kontraktor PPP ke pengadilan abitrase di luar negeri. Tetapi akhirnya kalah telak.

Menurut ekonom peraih Nobel Prof. Joseph Stiglitz, memang dalam berbagai kasus arbitrase, negara  berkembang 99,9 persen akan kalah karena praktik korupsi di negara berkembang juga melibatkan berbagai lembaga internasional, dan bukan tidak mungkin termasuk pengadilan arbitrase.

Memahami itu, RR tidak mau menggunakan jalur arbitrase, melainkan mengundang kawannya, seorang Redaktur pada harian Wall Street Journal,  koran bisnis paling berpengaruh di dunia.

Harian itu menjelaskan KKN perusahaan-perusahaan Multi-Nasional yang sok mempromosi good corporate governance, namun melakukan praktik patgulipat dengan kroni kekuasaan di Indonesia. Praktik patgulipat itu dimuat di halaman muka WSJ selama tiga hari ber-turut.

Akibatnya, karena takut nama dan saham perusahaannya jatuh, puluhan bos perusahaan asing yang  punya kontrak dengan PLN terbang ke Jakarta dan mengajukan renegosiasi dengan Rizal Ramli.

Hasilnya luar biasa karena beban utang PLN akhirnya berhasil dikurangi sebesar 50 miliar dolar AS, dari 85 miliar dolar AS menjadi hanya 35 miliar dolar AS. Belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia pengurangan utang sebesar itu.

Berdasarkan pada apa yang pernah dialami di masa lalu, untuk persoalan yang sedang melilit PLN dan dunia kelistrikan nasional akhir-akhir ini, Rizal Ramli pun berpesan, perlu diambil langkah-langkah out of the box demi menyelamatkan PLN dan memberikan keuntungan pada rakyat.

Namun bagaimana langkah itu?

Rizal Ramli belum memberi tahu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya