Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Harga Bensin Naik Hingga 26 Persen Di Tengah Krisis Bahan Bakar

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 22:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah membuat "kejutan" akhir pekan dengan menaikkan harga bahan bakar minyak, yakni bensin dan solar hingga 26 persen. Langkah ini diambil oleh pemerintah Zimbabwe setelah menteri keuangan negara tersebut menaikkan pajak impor bahan bakar pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Minggu (4/8), Otoritas Pengatur Energi Zimbabwe mengatakan, bensin sekarang dijual dengan harga 9,01 dolar Zimbabwe, naik dari semula 7,55 dolar Zimbabwe. Sedangkan solar dijual dengan harga 9,06 dolar Zimbabwe pasca kenaikan 26 persen.

Dengan demikian, harga bahan bakar di Zimbabwe telah meningkat empat kali sejak Juni dan mencapai lebih dari 500 persen tahun ini. Hal itu karena nilai mata uang lokal telah turun.


Dikabarkan Al Jazeera, meski harga bahan bakar naik, namun negara tersebut tetap mengalami situasi kekurngan bahan bakar. Banyak pengendara menghabiskan waktu berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar.

Selain itu, permintaan bahan bakar juga telah meningkat karena bisnis menggunakan generator solar karena pemadaman listrik 18 jam.

Zimbabwe diketahui mengalami masalah ekonomi yang buruk. Harga barang-barang pokok dan jasa naik lebih dari dua kali lipat sejak Juni lalu. Pemerintah juga mengganti nama mata uang RTGS sebagai dolar Zimbabwe, yang telah merosot nilainya di tengah kekurangan yang meluas.

Selain itu, listrik, bahan bakar, dan nilai tukar dolar AS juga menjadi sederet masalah lainnya yang dihadapi negara tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya