Berita

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane/Net

Politik

3 Jenderal Capim KPK Laporkan Harta Kekayaan, IPW Beri Apresiasi

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 17:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi itikad baik dari 3 calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid V dari unsur Polri karena telah melaporkan harta kekayaan mereka.

Ada 3 perwira tinggi Polri yang telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebagai bagian dari proses seleksi Capim KPK. Meskipun dalam Undang-Undang tidak ada kewajiban para calon untuk melakukan pelaporan harta kekayaan selama proses seleksi.

Tiga capim KPK dari Polri itu adalah Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Antam Novambar, Kapolda Sumsel Irjen Firli Bahuri, dan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Dharma Pongrekun.


"Kalaupun ada capim yang menyerahkan LHKPN-nya tentu tidak masalah. Lagian di Undang-Undang tidak menyebutkan adanya sanksi bagi pejabat negara yang tidak menyerahkan LHKPN," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (5/8).

Neta menyebut ada sejumlah pihak yang dinilai keliru, termasuk KPK, yang mempersoalkan LHKPN para capim jilid V yang mesti dilaporkan selama proses seleksi dilangsungkan.

"Salah kaprah jika ada pihak yang mempermasalahkan LHKPN di tahap seleksi (Capim KPK)," kata Neta.

Lebih lanjut, Neta juga mengaku heran dengan sikap sejumlah pihak yang mempermasalahkan LHKPN. Padahal di dalam Undang-Undang tidak ada aturan tegas, terlebih dapat sanksi.

"LHKPN itu sekadar basa-basi yang tak penting dipersoalkan," kata Neta.

Sebelumnya, Juru bicara KPK Febri Diansyah bereaksi keras terhadap pelaporan harta kekayaan yang mesti dijadikan bahan pertimbangan panitia seleksi (Pansel) untuk menilai integritas para Capim KPK. Pansel, kata dia, diminta tidak segan mencoret para Capim KPK yang berlatar belakang penyelenggara negara dan belum menyerahkan data LHKPN.

"Jadi KPK berharap Pansel tidak segan-segan dan tidak toleran dengan pihak-pihak yang tidak patuh melaporkan LHKPN," ucap Febri saat dikonfirmasi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya