Berita

Menlu Iran Javad Zarif/Net

Dunia

Iran Pernah Tolak Undangan Pembicaraan AS Sebelum Menlu Zarif Dijatuhi Sanksi

MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 | 23:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran pernah menolak tawaran dari Amerika Serikat untuk menggelar pembicaraan di tengah ketegangan yang terjadi.

Hal itu disampaikan oleh jurubicara pemerintah Iran, Ali Rabiei pada hari Minggu (4/8), selang dua hari setelah majalah New Yorker melaporkan bahwa Senator Amerika Serikat Rand Paul, bertindak dengan izin dari Presiden Donald Trump, telah memperpanjang undangan kepada Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif selama kunjungannya ke New York bulan lalu untuk pertemuan di PBB.

Dalam laporan New Yorker itu, Zarif mengatakan kepada Paul, bahwa keputusan untuk menerima atau menolak undangan ke Gedung Putih itu tergantung pada pemerintah Iran di Teheran.


Kemudian para pemimpin Iran menolak pertemuan itu.

Di sisi lain Zarif juga mengkritik rencana pertemuan dengan mengatakan bahwa setiap pertemuan mungkin berakhir tidak lebih dari sekedar peluang foto.

Undangan untuk pembicaraan itu datang hanya beberapa hari sebelum Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada Zarif atas karena diklaim Amerika Serikat memiliki perilaku tercela karena memiliki hubungan dengan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dan untuk berfungsi sebagai "menteri propaganda" dan bukan menteri luar negeri.

Sementara itu, Rabiei mengatakan bahwa undangan yang ditujukan pada Zarif itu tidak lebih dari sekedad prosedur diplomatik.

"Bahwa satu pemerintah terus mengklaim siap untuk negosiasi dan kemudian memberikan sanksi kepada menteri luar negeri negara itu, yah, bukankah itu konyol?" kata Rabiei, seperti dimuat Reuters.

"Dia diundang oleh seorang senator untuk mengadakan pertemuan di Gedung Putih, kemudian mereka menjatuhkan sanksi kepadanya. Menteri Luar Negeri Zarif bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri dan setiap jalur diplomatik harus dilewatinya," tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya