Berita

Kemesraan Xi Jinping dan Vladimir Putin tengah digoyang Donald Trump/Net

Jaya Suprana

Kemesraan Panda Dan Beruang

MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 | 10:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMULA, hubungan China dengan Uni Soviet mesra karena sama-sama menjunjung-tinggi ideologi komunisme sebagai landasan negara.

Namun, dalam perjalanan waktu, setelah wafatnya Stalin kemesraan kedua negara adikuasa sempat memburuk akibat Krhuschev mengeksalasi politik luar negeri agresif dan ekspansif. Sampai sempat menjadi bentrok kekerasan senjata di pulau Zhenbao pada 1969.

Hubungan buruk China-Uni Soviet makin diperparah oleh kunjungan resmi presiden AS, Richard Nixon ke RRChina pada 1972.  Dan memuncak pada “penghianatan Glasnost” Michael Gorbachev yang lebih berpihak ke Amerika Serikat ketimbang China, yang bahkan berujung dengan keruntuhan Uni Soviet.


Membaik

Hubungan China-Rusia mulai membaik kembali berkat dukungan Xi Yinping kepada Vladimir Putin dalam kemelut Krimea. Xi terang-terangan berpihak ke Putin yang menjadi pendukung Assad di Suriah.

Namun Donald Trump juga berjasa mendekatkan Rusia dengan China akibat Trump menyurigai Putin, lewat teknologi internet, telah mempengaruhi pemilihan presiden AS agar yang menang Hillary Clinton. Perang dagang Trump melawan Xi, akhirnya menyebabkan Xi merasa lebih nyaman berkoncoan dengan Putin.

Putin makin merebut simpati Xi dengan menjalin kontrak dagang dengan Hua Wei yang dimusuhi Trump. Putin sengaja membeli produk teknologi 5G Huawei demi menjengkelkan Trump sambil menyenangkan Xi.

Dengan mata kepala sendiri, saya melihat wisatawan China merajalela di Moskow. Termasuk di mal-mal sampai jalan raya Moskow didominasi billboard promosi produk- produk China. Putin pun memimpin gerakan membela China di sidang HAM PBB dalam urusan Uighur.

BUMN minyak bumi Rusia, Rosneft, berutang banyak kepada China sehingga dapat dikatakan minyak bumi Rusia sudah dimonopoli China. Mirip dahulu rempah-rempah Nusantara dimonopoli VOC.

Angkatan Udara Rusia juga bekerja sama dengan AU China. Sehingga Korea Selatan gembar-gembor ke Trump bahwa pesawat tempur Rusia berpatroli melayang masuk di wilayah udara Korsel.

Kanak-Kanak

Hubungan segitiga negara adikuasa planet bumi masa kini memang seru akibat beraroma kanak-kanak. Gemar bolo-boloan dan jotak-jotakan.

Elang tidak suka melihat kemesraan panda dengan beruang. Xi dan Putin saling berpelukan akibat sama-sama merasa dimusuhi Trump. Trump tidak suka melihat kemesraan Xi dan Putin yang tampaknya memang sengaja dibuat-buat demi menjengkelkan dirinya.

Maka, dengan segala daya yang dimiliki mau pun tidak dimiliki, Trump dengan gaya koboynya berupaya memecah-belah jalinan hubungan mesra Xi dengan Putin. Misalnya melakukan bermesra-mesraan dengan Kim di Panmunjom setelah gagal di Singapura dan Hanoi. Sebagai jagoan public relations, Trump mengerahkan segenap 'kesaktiannya' untuk mempengaruhi opini publik demi mengadudomba Xi versus Putin.

The Economist
edisi akhir Juli 2019 memajang sampul depan dengan ilustrasi kartun panda raksasa memangku beruang kecil-mungil mengibarkan bendera Rusia yang juga kecil-mungil. Dilengkapi tajuk rencana menakut-nakuti Putin bahwa Rusia dimanfaatkan habis- habisan oleh China demi memperkokoh kejayaan ekonomi dan politik China di planet bumi abad milineal.

Memang niat Trump adalah “divide”, meski sayang belum tentu “empera”. Namun yang paling harus dicegah adalah Indonesia jangan sampai konyol berperan sebagai 'pelanduk' yang mati di tengah-tengah pertarungan elang melawan panda dan beruang.

Penulis adalah pembelajar geopolitik planet bumi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya