Berita

Jansen Sitindaon/Net

Politik

Demokrat: Ada Nggak Ada Kursi Harus Rekonsiliasi

SABTU, 03 AGUSTUS 2019 | 01:46 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kursi menteri bagi Partai Demokrat bukan barang berharga yang harus diperebutkan saat ini. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya fokus agar polarisasi pasca pilpres meredam.

Untuk itu, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menegaskan bahwa rekonsiliasi elite merupakan sebuah kewajiban. Dia juga mengingatkan bahwa rekonsiliasi tidak harus melulu mensyaratkan kursi menteri.

"Mau ada jabatan atau tidak, rekonsiliasi adalah keharusan,” ujarnya dalam diskusi politik dengan tema “Rekonsiliasi Bagi-bagi Jatah” yang digelar Vox Point Indonesia di Pasar Baru, Jumat (2/8).


Demokrat bahkan tidak peduli apakah presiden terpilih akan bertemu SBY sebagaimana pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di gerbong MRT. Bagi mereka terpenting adalah mendinginkan suasana pasca pemilu yang menjadi kewajiban setiap partai politik.

Terlebih proses pendinginan itu sudah dimulai saat Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersilaturahmi ke Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Delapan setengah bulan kita hidup di suhu yang panas. Jadi setelah itu selesai, marilah kita sejukan,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya