Berita

Sallyawati Rahardja/RMOL

Hukum

Usai Diperiksa KPK, Saksi Suap Garuda Bungkam Dan Menghindar

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 14:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Manager Administrasi dan Finance Connaught Internasional Pte Ltd sekaligus petinggi PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Sallyawati Rahardja baru saja usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (2/8).

Sallyawati diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat Garuda Indonesia dari S.A.S Rollys-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk tersangksa mantan Direktur PT Garuda Indonesia Emirsyah.

Sallywati yang juga anak buah dari bos PT MRA Soetikno Soedardjo ini keluar dari gedung KPK sekira pukul 14.29 WIB. Dia tidak berkata sepatah katapun, dia memilih bungkam dan sesekali menunduk menghindari sorotan kamera awak media.


Sebelumnya Sallywati pernah dipanggil penyidik KPK pada 18 Juli dan 25 Juli, namun dia mangkir. Kali ini dia memenuhi panggilan penyidik KPK.

Diketahui, Sallywati pada 8 Februari 2017 lalu pernah memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar juga.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sedikitnya dua orang tersangka yakni mantan Direktur PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan pemilik PT MRA Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo.

Emirsyah Satar diduga menerima suap sebanyal 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS, atau senilai total Rp 20 miliar dari Soetikno melalui seorang perantara.

Kemudian, Emirsyah juga diduga menerima barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura, Australia dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT Garuda Indonesia.

Teranyar, KPK menemukan adanya aliran dana lintas negara dalam pengusutan perkara ini. KPK juga telah mengantongi adanya penggunaan puluhan rekening bank asal luar negeri yang diduga berkaitan dengan aliran dana milik para tersangka suap Garuda ini.

"Dugaan aliran dana lintas negara ini terus sedang kami lakukan. Ini merupakan hasil kerja sama kami juga dengan beberapa otoritas di negara lain," kata Febri menambahkan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya