Berita

Luhut Binsar Panjaitan bersama Jokowi/Net

Politik

Pengamat: Manuver Luhut Dan Rini Soemarno Bikin Jokowi Dilema

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 14:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Manuver Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno menjadi dilema tersendiri bagi Presiden Joko Widodo untuk mempertahankan dua nama itu dalam kabinet kerja jilid II.

Luhut menjadi sorotan setelah kantor PT Pertamina pindah ke perkantoran miliknya di Gedung Sopo Del, Jakarta Selatan. Sementara Rini, dia tampak cuci tangan dengan masalah defisit yang dialami perusahaan plat merah Krakatau Steel dan beberapa permasalahn yang tengah dihadapi beberapa perusahaan plat merah lainnya.

"Saya melihatnya adalah dilema bagi Jokowi, dilema satu sisi dua orang ini Rini dan Luhut itu sangat identik untuk Jokowi, orang nilai mereka Jokowi banget," ujar Pengamat Politik, Adi Prayitno kepada Kantor Berita RMOL, Jumat (2/8).


Adi menyebut sejauh ini kerja Luhut dan Rini sesuai dengan kemauan Jokowi. Sebagai pembantu presiden, dua nama itu mampu memberikan rasa aman dan nyaman sebagai pelayan bagi Jokowi.

"Dua orang itu memberikan rasa aman bagi Jokowi, loyalitas ditunjukkan baik secara politik dan kinerja, keidentikan ini yang saya kira agak susah untuk melepaskan sosok Rini dan Luhut sebagai orang yang tidak dekat dengan Jokowi," jelasnya.

Tetapi, lanjut akademisi UIN Jakarta ini, dengan manuver di akhir periode semacam itu. Maka perlu kedewasaan Jokowi untuk mempertimbangkan kinerja dan etika dari Luhut dan Rini untuk dipertahankan sebagai menteri atau menggantikan dengan orang baru.

"Apakah manuver ini akan menghilangkan kesan baik di awal yang sudah dibangun atau tidak, di sini butuh kematangan Jokowi untuk menentukan sikap," tukasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya