Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Trump Siapkan Tarif Impor Baru Ke China, Pasar Keuangan AS Terganggu

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 07:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengenakan tarif 10 persen pada sisa 300 miliar dolar AS impor China mulai 1 September mendatang.

Langkah ini diumumkan Trump pada Kamis (1/8), setelah negosiator gagal membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara kedua negara kekuatan ekonomi dunia tersebut.

Retribusi terbaru akan mengakhiri gencatan senjata sementara dalam perang dagang yang telah mengganggu rantai pasokan global dan mengguncang pasar keuangan selama lebih dari setahun terakhir.


Tidak main-main, dalam pengumuman terbaru itu, Trump bahkan mengatakan bahwa dia dapat meningkatkan tarif lebih lanjut, bahkan melampaui 25 persen, tergantung pada kemajuan dalam pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.

"Saya pikir Presiden Xi ingin membuat kesepakatan, tetapi terus terang, dia tidak cukup cepat," kata Trump, seperti dimuat Reuters.

Berita itu menghantam pasar keuangan Amerika Serikat dengan keras.

Harga minyak anjlok 7 persen dengan minyak mentah Brent mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak Februari 2016. Benchmark S&P 500, yang telah berada di wilayah positif pada Kamis sore, ditutup turun 0,9 persen. Benchmark Yield Treasury AS juga turun.

Asosiasi ritel memperkirakan lonjakan harga konsumen. Target Corp jatuh 4,2 persen, Macy's Inc turun 6 persen dan Nordstrom Inc turun 6,2 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya