Berita

Pemukiman Israel/Net

Dunia

Israel Segera Bangun 6.000 Pemukiman Baru Di Tepi Barat

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel menyetujui pembangunan 6.000 rumah baru untuk pemukim Israel dan 700 rumah baru untuk Palestina di daerah Tepi Barat yang diduduki.

Pengumuman itu disampaikan oleh seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, seperti dimuat Al Jazeera (Rabu, 31/7).

Persetujuan untuk pembangunan tersebut ditujukkan untuk wilayah C Tepi Barat, yang berada di bawah kendali keamanan dan sipil Israel dan di mana lokasi permukimannya berada.


Wilayah ini terhampar dan menempati lebih dari 60 persen Tepi Barat.

Untuk diketahui, status hukum pemukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal menurut hukum internasional dan merupakan batu sandungan utama bagi perjanjian perdamaian Israel-Palestina.

Pasalnya, Israel membangun pemukiman di atas tanah yang dilihat Palestina sebagai bagian dari negara masa depan mereka.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya