Berita

Jubir KPK, febri Diansyah/RMOL

Hukum

Selain Dolar Singapura Setara 1 M, Ada Kemungkinan Duit Lain Di OTT Pejabat Angkasa Pura II

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 02:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sebanyak lima orang dari unsur Direksi PT. Angkasa Pura II dan pihak dari PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) serta pegawai BUMN terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Kamis dinihari (1/8).

Dari lima orang, empat di antaranya sudah diamankan di gedung KPK.

"Dari informasi awal yang saya dapatkan itu tidak terkait dengan jaringan telekomunikasi. Ada proyek atau pekerjaan di PT AP II yang sedang dikerjakan," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.


Dalam kasus ini, KPK juga menyita uang pecahan dolar Singapura yang jika dirupiahkan setara dengan Rp 1 miliar.

"Nanti kami dalami lagi, apakah pernah ada pemberian atau penerimaan sebelumnya," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan bahwa operasi senyap ini berkaitan dengan transaksi kedua perusahaan berplat merah ini.

"Telah terjadi transaksi antara dua pihak dari BUMN. Diduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu Direksi di PT. Angkasa Pura II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT. INTI," ujar Basaria.

Diketahui, PT INTI ini bergerak di bidang jaringan telekomunikasi. Sedangkan PT Angkasa Pura bergerak di bidang penerbangan. Namun lembaga antirasuah belum membeberkan secara gamblang kasus yang menjerat pegawai dua institusi ini.

"Mungkin besok bisa kami sampaikan lebih lanjut,"demikian Febri.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya