Berita

Bus meledak di Farah, Afghanistan/Net

Dunia

Bus Berisi Anak-Anak Dan Wanita Meledak Di Daerah Operasi Taliban, 32 Orang Tewas

RABU, 31 JULI 2019 | 14:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan di Afghanistan terus meningkat pasca pemilihan presiden (pilpres) yang ditunda dua kali.

Pilpres sedianya digelar pada 20 April lalu, kemudian ditunda dan dijadwalkan ulang 20 Juli. Lagi-lagi pilpres ditunda dan ditetapkan digelar 28 September mendatang. Perbincangan antara AS dan Taliban mengenai sistem pemilihan yang reformis.

Pada Minggu (29/7), sekelompok orang bersenjata menyerang markas Partai Green Trend di Kabul. Mereka menyasar calon wakil presiden Amrullah Saleh yang berada di dalam gedung. Serangan tersebut menewaskan sebanyak 20 orang dan mengakibatkan 50 orang lain terluka.


Sementara pada hari ini, Rabu (31/7) sebuah bus meledak di Provinsi Farah. Insiden ini menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Diduga ledakan ini terjadi dikarenakan bus tersebut mendekati wilayah operasi Taliban.

Bus yang mayoritas ditumpangi oleh wanita dan anak-anak ini meledak saat melaju di jalan utama antara Kota Herat di barat dan Kota Kandahar di selatan pada Rabu (31/7).

Selain 32 orang yang menjadi korban tewas, jurubicara Kepala Polisi Provinsi Farah, Mohibullah Mohib menyebut ada 15 orang terluka yang kritis. Sehingga menambah potensi jumlah korban tewas.

Hingga saat ini belum ada yang mengakui bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Namun demikian, The Washington Post mengabarkan bahwa kelompok Taliban sedang beroperasi di wilayah tersebut. Mereka sering menggunakan bom untuk menyerang para pejabat pemerintah dan pasukan keamanan yang melewati jalan tersebut.

Serangan ini terjadi tepat sehari setelah PBB memberikan laporan bahwa setidaknya ada 3.812 warga sipil tewas atau terluka di Afganistan dikarenakan konflik dan perang pada paruh pertama 2019 ini.

Menurut laporan Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), 1.366 warga sipil tewas dan 2.446 lainnya terluka tepatnya dari 1 Januari hingga 30 Juni tahun 2019.

Dalam periode itu, Taliban dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya menyebabkan sebagian besar korban sipil. Tetapi pasukan pimpinan Afghanistan dan NATO bertanggung jawab atas lebih banyak pembunuhan warga sipil.

Oleh karena itu, PBB mendesak agar pihak-pihak yang terkait dalam perang 18 tahun di Afghanistan ini untuk mengurangi korban sipil menjadi nol.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya