Berita

Ketum Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Idealnya Kursi Menteri Untuk Gerindra Tidak Sebanyak PKB Dan Nasdem, Berapa?

RABU, 31 JULI 2019 | 11:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Gerindra sudah hampir dipastikan akan bergabung dengan pemerintahan baru Presiden Joko Widodo.

Berapa jumlah menteri untuk parpol pimpinan Prabowo Subianto itu?

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, meski suara terbanyak kedua setelah PDIP, jatah kursi untuk Gerindra tidak akan melebihi PKB dan Partai Nasdem.


"Idealnya 3 sampai 5, yang jelas tidak melebihi PKB dan Nasdem. Nanti mereka bisa marah," sebut Ujang saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Rabu (31/7).

Menurutnya, jatah menteri yang diberikatan kepada Gerindra harus profesional dan proporsional. Mengingat, Gerindra adalah "lawan" pada pilpres lalu, sementara PKB, Nasdem dan partai kolisi 01 sudah "berdarah-darah" memenangkan Jokowi-Maruf.

Diketahui, PKB dan Nasdem yang paling getol menolak Gerindra masuk kabinet. Dikhawatirkan, dengan gabungnya Gerindra akan mengurangi jatah kursi mereka di Kabiner Kerja jilid II.

PKB ngotot mengajukan 10 nama calon menteri kepada Presiden terpilih Joko Widodo. Tidak mau kalah, Nasdem mengusulkan 11 kursi. Alasannya, perolehan kursi Nasdem di DPR lebih banyak ketimbang PKB. Nasdem (59 kursi) sementara PKB (58 kursi).

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tiga ABK WNI Hilang dalam Ledakan Kapal UEA di Selat Hormuz

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:50

Kemenhaj Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Oleh-oleh Haji

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:15

KPK Sempat Cari Suami Fadia Arafiq Saat OTT Kasus Korupsi Pemkab Pekalongan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:08

AWKI Ajak Pelajar Produksi Film Pendek Bertema Kebangsaan

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:06

Sambut Nyepi, Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Bundaran HI

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:32

Sekjen PSI Jalankan Amanah Presiden Prabowo Benahi Tata Kelola Hutan

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:15

Balas Serangan Israel, Iran Bombardir Kilang Minyak Haifa

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:10

15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:05

Zendhy Kusuma Soroti Bahaya Penghakiman Digital Usai Video Restoran Bibi Kelinci

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:01

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:00

Selengkapnya