Berita

Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo/RMOL

Politik

Pengamat: Golkar Tidak Bisa Jauh Dari Kekuasaan

RABU, 31 JULI 2019 | 08:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo, menyebut Golkar adalah partai besar yang memiliki sejarah panjang di negeri ini. Mulai dari masa orde baru, reformasi, sampai hari ini. Sehingga wajar jika Golkar selalu dekat dengan kekuasaan.

Memang, ada satu titik pada 1999 saat pascareformasi yang memaksa Golkar mengalami kondisi pahit. Namun, hal tersebut tak membuat partai berlambang Beringin ini ambruk.

"Golkar dengan cepat bangkit, dan pada 2004 bisa tampil sebagai pemenang pemilu," ujar Ari saat berbicara di didskusi bertema 'Siapa yang Layak Di Pucuk Beringin' di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (30/7).


Setelah 2004, Golkar tidak pernah lepas dari posisi dua dan tiga besar pemilu legislatif. Golkar adalah aset bagi Indonesia.

Meskipun secara umum Golkar sempat kehilangan ruh politiknya, namun dengan cepat Golkar melakukan repositioning. Kemudian kembali pada ideologi dan ruh politiknya yaitu Kekaryaan dan Pembangunan.

"Golkar sangat dekat dengan kekuasaan. Maka kedekatan Golkar dengan Jokowi merupakan kembalinya Golkar kepada relnya. Balik ke ruh nya, yakni kekaryaan," imbuhnya.

Ke depan, tugas Partai Golkar adalah bagaimana menjaga obor dan mempertahankannya.

"Bagaimana Golkar mempunyai calon sendiri dan memenangkan kontestasi pemilu di tahun 2024," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya