Berita

Koordinator JAM Golkar, Rudolfus Jack Paskalis/RMOL

Politik

Jaringan Muda Golkar Tolak Percepatan Munas

SELASA, 30 JULI 2019 | 23:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jaringan Aktivis Muda (JAM) Golkar bulat memberikan dukungan kepada petahana Airlangga Hartarto untuk kembali menduduki Ketua Umum Golkar. Bagi mereka, sampai saat ini tak ada alasan kuat untuk tidak mendukung Airlangga memegang tongkat pimpinan beringin.

"Kepemimpinan Airlangga selama satu setengah tahun mampu menakhodai Partai Golkar di dalam kemelut dan turbulensi politik dengan mampu menujukkan kerja dan prestasi," ujar Koordinator JAM Golkar, Rudolfus Jack Paskalis dalam diskusi yang bertema 'Siapa layak di pucuk beringin' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (30/7).

Ada tiga hal yang mendasari dukungan JAM terhadap Airlangga, di antaranya adalah karena mampu mempertahankan posisi Golkar menjadi pemenang kedua peraih kursi di parlemen.


"Kedua, kepemimpinan Airlangga patut diapresiasi dalam memimpin 1,5 tahun di Partai Golkar di tengah carut-marutnya partai," kata Jack.

Yang tak kalah penting bagi JAM adalah adanya sinyal politik Golkar yang tidak bisa lepas dari restu Istana. "Maka Ketum Golkar ini harus mampu bersinergi," jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya tak setuju dengan desakan Munas dilakukan sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, atau sebelum jadwal Munas yang sudah ditentukan, yakni Desember 2019.

Menurutnya, desakan percepatan Munas tak sesuai dengan landasan konstitusional partai yang berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Bahkan hal itu cenderung didesak hanya karena keinginan segelintir orang untuk mengisi posisi kabinet pemerintahan baru.

"Munas itu berlangsung pada bulan Desember 2019. Jadi kalau ada upaya-upaya dari pihak tertentu terkait percepatan Munas, bagi kami tidak konstitusional," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya