Berita

Proses rehabilitasi harimau/Net

Nusantara

Rehabilitasi Selesai, Dua Harimau Sumatera Siap Dilepasliarkan

SELASA, 30 JULI 2019 | 10:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pelestarian satwa dapat berhasil jika semua pihak bekerja secara bersama-sama. Apalagi, habitat sebagian satwa di tanah air mulai berkurang.

Salah satunya harimau sumatera yang kini populasinya tinggal 603 ekor dan tersebar di 23 kantong habitat.

Begitu kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE KLHK), Wiratno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/7).


Dia pun mengapreasiasi kerja sama antara KLHK dengan  Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Darmasraya-Yayasan Arsari Djojohadikusumo (PR-HSD Yayasan Arsari) yang melakukan proses rehabilitasi terhadap dua harimau sumatera.

Kedua harimau yang diberi nama Bonita dan Atan Bintang itu kini siap dilepasliarkan ke habitat aslinya di Riau.

Bonita merupakan seekor harimau sumatera betina yang diselamatkan dari areal kebun PT. TH Indo Plantations Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir pada 3 Januari 2018 lalu.

Sementara Atan yang berjenis kelamin jantan diselamatkan dari pemukiman warga pada 18 November 2018 di Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir.

"Kita harapkan mulai saat ini, satwa liar dilindungi termasuk harimau sumatera yang berada di luar kawasan konservasi dapat terlindungi seperti halnya satwa liar lainnya di dalam kawasan konservasi. Semangat bekerja bersama menjadi kunci untuk sinergi selanjutnya," tegas Wiratno.

Sementara itu, penggagas dan pendiri PR-HSD, Hashim Djojohadikusumo memastikan pihaknya berkomitmen penuh dalam membantu pemerintah melestarikan dan menambah jumlah populasi harimau sumatera.

Sebanyak enam harimau telah direhabilitasi PR-HSD sejak berdiri dua tahun lalu. Empat di antara harimau tersebut sudah dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Saat ini, pihaknya juga masih merawat satu harimau sumatera yang baru saja diselamatkan dari Padang Lawas, Sumatera Utara.

“Harimau Sumatera merupakan simbol kelestarian ekosistem dan keberadaannya hanya dimungkinkan jika hutan dan lingkungan sebagai habitat masih terjaga," kata adik Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto itu.

Bagi PR-HSD, sambung Hashim, jika ada satwa liar yang punah, maka itu sama saja bentuk penghinaan terhadap Tuhan. Untuk itu, upaya melestarikan keberadaan satwa liar merupakan bagian dari iman.

“Satwa liar adalah ciptaan Tuhan. Keberadaan yayasan PR-HSD semata-mata untuk membantu melestarikan ciptaan tuhan yang maha kuasa,” pungkasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya