Berita

Dwi Sawung/RMOL

Bisnis

Pertamina Harus Bersiap, Minyak Bocor Segera Capai Daratan

SENIN, 29 JULI 2019 | 15:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pencemaran minyak akibat kelalaian pengeboran di sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) kian meluas.

Per tanggal 18 Juli lalu, cakupan area yang tercemar mencapai 45,37 km persegi di perairan Karawang, Jawa Barat.

Data tersebut sebagaimana diambil Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dari citra satelit ESA sentinel 1 yang bisa diakses oleh publik.


"Sekarang penyebarannya sudah semakin luas karena tumpahan itu belum berhenti sampai sekarang," terang Manager Kampanye Energi & Perkotaan WALHI, Dwi Sawung di kantornya di daerah Mampang, Jakarta, Senin (29/7).

Untuk itu, dia mengingatkan agar Pertamina segera menyiapkan diri untuk melakukan upaya pembersihan sebelum minyak mencapai daratan. Terlebih, penambalan kebocoran membutuhkan waktu paling sedikit 8 minggu.

"Saat ini (kebocoran) di angka 3.000 barel per hari dan luasan penyebaran pencemaran belum berhasil diatasi," terangnya.

Selain masalah penanganan, Dwi turut prihatin atas sikap Pertamina yang tidak memberi tahu ke warga dan nelayan setempat mengenai kebocoran ini. Apalagi, masyarakat sekitar kebocoran yang akan terancam kesehatannya.

"Ada warga yang pusing itu ada akibat beberapa zat yang memang berbahaya, "imbuhnya.

Dia kemudian mencontohkan kasus kebocoran minyak di Florida, Amerika Serikat. Di mana, pemerintah langsung bereaksi cepat dengan memberi pemberitahuan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar pantai.  

"Tapi kalau di sini terkesan ditutupi dan lambat," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya