Berita

Mardani Ali Sera/net

Politik

Mardani: Kami Memberikan Contoh Oposisi Itu Mulia

MINGGU, 28 JULI 2019 | 02:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hubungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Gerindra tetap normal setelah Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, menemui Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menegaskan bahwa dua partai yang berada di Koalisi Indonesia Adil Makmur di Pilpres 2019 itu masih rukun.

"PKS dengan Gerindra bukan hanya sekutu, kami segajah," ucapnya berkelakar, saat menjadi narasumber dalam diskusi di Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).


Meski Prabowo sudah merapat ke Jokowi dan PDIP, PKS tidak terpengaruh dan tetap menyatakan diri sebagai oposisi bagi pemerintahan lima tahun ke depan.

"Dari awal Pak Prabowo yang mengucapkan selamat kepada Jokowi, ya monggo. Tapi dari awal juga kami menyatakan kami tetap oposisi," tambahnya.

Mardani menyarankan Gerindra dengan kebesaran hati tetap bersama barisan oposisi bersama PKS. Secara tersirat dia menekankan bahwa tidak ada tawaran yang bisa melunakkan keputusan PKS.

"Mau nasi goreng atau sop buntut rekonsiliasi, selesai dengan edukasi publik yang  menyatakan kami (PKS) oposisi," kata penggagas gerakan 2019 Ganti Presiden itu.

Saat ditanya apakah pernyataan itu mewakili seluruh kader PKS, ia menjawab
sikap resmi PKS terhadap pemerintahan baru akan ditentukan oleh Majelis Syuro.

"Tapi teman-teman tegas menyatakan kami oposisi. Kami harus memberikan contoh bahwa oposisi itu mulia. Bahkan pemerintahan kuat harus punya oposisi," terang Mardani.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya