Berita

Rekor MURI Senam Yoga Tertawa/Dok

Jaya Suprana

Rekor MURI Senam Yoga Tertawa

SABTU, 27 JULI 2019 | 06:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PEMERINTAHAN Kabupaten Badung, Bali, bersama PT Varash Saddan Nusantara dan Ambara Ashram, memperoleh anugrah Rekor Dunia MURI untuk penyelenggara acara kolosal Senam Yoga Tertawa dengan peserta terbanyak.

MURI

Tercatat 10.000 peserta senam yoga tertawa tersebut.


"Kami menganugrahkan piagam MURI karena kami lihat dan nilai bersama tim bahwa peserta Senam Yoga Tertawa benar-benar mencapai 10.000 orang," ujar Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo, Minggu 14 Juli 2019.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan bahwa Yoga Tertawa bukan sekedar tertawa biasa. Namun, bermanfaat untuk mengolah jiwa-raga demi membina kesehatan.

"Untuk menghilangkan segala jenis penyakit, harus rutin melaksanakan senam yoga tertawa. Saya contohnya, punya sakit pinggang, rutin senam yoga tertawa dan bisa sembuh," demikian pengakuan Bupati Badung.

Laughing Yoga

Menurut founder The Laughing Yoga, Dr. Madan Kataria dari India, tertawa memiliki khasiat untuk kesehatan. Tertawa bisa merangsang berbagai jenis hormon seperti endorphin, dopamine, serotonin dan lain-lain.

Senam Yoga Yertawa berpusat pada penyembuhan kesehatan empat titik di tubuh manusia, yaitu otak, tenggorokan, dada dan pencernaan.

Jenis tertawa pun saling beda untuk empat titik tersebut. Hahaha untuk pencernaan, hehehe untuk dada, hohoho untuk tenggorok, ketawa dalam hati untuk otak.

Dalam rangka acara HUT kedua PT Varash Sadda Nusantara, 10.000 orang tertawa-lepas dipandu oleh Kadek Siwa Ambara sebagai ketua Ambara Ashram yang berbasis di Ubud dengan cabang sudah lebih dari 100 di pulau dewata.

Semua gemar tertawa sambil menganut slogan "Tertawalah sebelum tertawa dilarang".

Rideologi

Perhimpunan Pencinta Humor (Pertamor) dan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK) jelas menyambut baik Rekor Dunia MURI dalam bidang peserta terbanyak untuk Senam Yoga Tertawa.

Namun perlu diketahui bahwa berdasar penelitian rideologi (ilmu yang mempelajari fonemena tertawa) dapat disimpulkan bahwa tertawa memang  merupakan perilaku individual namun tetap tidak bisa lepas dari tanggung jawab sosial.

Ada tata-krama tertawa yang selayaknya diperhatikan oleh para penggemar tertawa. Di samping hak asasi tertawa ada pula kewajiban asasi tertawa. Maka sebaiknya jangan tertawa pada saat dan lokasi yang tidak tepat untuk tertawa misalnya pada upacara pemakaman sesama manusia.

Jangan sekali-kali menertawakan seseorang yang kebetulan sedang memiliki kekuasaan lebih berkuasa ketimbang yang tertawa. Konsekuensinya masuk penjara!

Ojo Dumeh

Tertawa juga wajib patuh ajaran falsafah Ojo Dumeh. Maka jangan mentang-mentang menang lalu menertawakan yang kalah. Yang kaya jangan menertawakan yang miskin. Yang sehat jangan menertawakan yang sakit. Yang kuat jangan menertawakan yang lemah. Yang menggusur jangan menertawakan yang digusur. Yang menganiaya jangan menertawakan yang yang dianiaya. Yang selamat jangan menertawakan yang tidak selamat.

Tokoh antagonis dalam wiracarita Arjuna Wiwaha, Niwatakawaca luar biasa sakti mandraguna maka hanya bisa dibinasakan apabila uvula alias anak-lidah di dalam mulutnya dipanah. Akhirnya pada saat mulut Niwatakawaca sedang menganga lebar demi tertawa terbahak-bahak dumeh merasa diri tak terkalahkan, segera Arjuna memanah uvula sang raksasa takabur.

Selaras makna adiluhur sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dapat diyakini bahwa menertawakan diri sendiri jelas jauh lebih adil dan beradab (sekaligus lebih aman untuk keselamatan diri sendiri) ketimbang menertawakan orang lain. Hahahahahahaha!.

Penulis adalah peneliti rideologi dan humorologi serta pendiri Pertamor dan MURI.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya