Berita

Ketua DPP PKS Andi Akmal Pasluddin/RMOL

Politik

Gerindra Gabung Pemerintah, PKS: Harusnya Yang Kalah Jadi Oposisi

JUMAT, 26 JULI 2019 | 17:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi salah satu parpol pendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mau banyak berkomentar soal kabar Partai Gerindra gabung dengan pemerintahan baru Joko Widodo.

Koalisi petahana kembali menyita perhatian setelah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin dibubarkan.

Terlebih, ada pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menyebut usai bubar, maka koalisi Jokowi-Maruf akan menjadi koalisi plus-plus.


Ketua DPP PKS Andi Akmal Pasluddin mengatakan, soal koalisi plus-plus itu adalah hak Presiden Jokowi bersama koalisinya sebagai pemenang Pilpres 2019.

"Saya kira itu haknya presiden ya, dan koalisi yang menang untuk menambah atau tidak menambah," ujar Akmal di Media Center DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/7).

Akmal hanya menyayangkan jika koalisi plus-plus itu benar terealisasi kemudian menarik semua partai politik menjadi bagian dari pemerintah.

Menurut anggota Komisi IV DPR ini, dalam sistem demokrasi yang sehat tetap harus ada pihak di luar pemerintahan sebagai pengawas.

"Harusnya di negara demokrasi itu yang menang memerintah dan yang kalah jadi oposisi, jadi ada keseimbangan," demikian Akmal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya