Berita

Jaya Suprana

Kelirumologi Flatologi

JUMAT, 26 JULI 2019 | 06:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BAGI yang tidak suka hal-hal kurang senonoh , sebaiknya berhenti membaca sampai di sini saja. Bagi yang tetap nekad lanjut membaca naskah ini, wajib bertanggung-jawab atas kenekadan diri sendiri masing-masing.

Kurang Senonoh

Semula saya meyakini apa yang dinamakan (maaf!) kentut  kurang senonoh dibahas apalagi secara ilmiah, sampai organ empedu saya dioperasi untuk dibuang akibat meradang sebab ada batu di dalamnya.


Dokter menyatakan bahwa saya dinyatakan sembuh apabila sudah bisa kentut.  Berarti kentut memiliki peran cukup penting bagi  kehidupan manusia. Agar lebih berwibawa , para dokter menciptakan sebuah terminologi beraroma akademis yaitu  flatologi.

Medis

Pendek kata keliru jika kentut dianggap tidak ilmiah! Di dalam ilmu kedokteran Barat, kentut menyandang nama keren yaitu “flatologi” berasal dari kata bahasa Latin “flatus” bermakna" angin yang bertiup".

Kentut  didefinisikan dalam literatur medis sebagai "flatus keluar lewat  (maaf!) anus, ditandai atau dipengaruhi oleh gas yang dihasilkan di usus atau perut”.

Pada kenyataan sebenarnya flatus tidak selalu  dikeluarkan lewat (maaf!) anus tetapi juga bisa lewat mulut bahkan (maaf!) vagina.  Tidak diketahui apakah ada angin yang keluar lewat telinga.

Lingkungan

Pada lazimnya, mengeluarkan gas perut kembung di depan umum dianggap memalukan, tetapi tergantung pada konteksnya, juga dapat dianggap lucu.

Orang sering berusaha keras menahan ketika berada di kondisi yang sopan, atau memposisikan diri untuk menyembunyikan bunyi dan aroma. Dalam budaya tertentu, kentut tidak lebih memalukan daripada batuk atau bersin.

Sementara peristiwa flatologis pada umumnya dianggap sebagai kejadian memalukan di tempat umum, perut kembung dapat, dalam keadaan biasa dan terutama di kalangan anak-anak, digunakan sebagai bahan humor untuk lelucon atau sebagai aktivitas komik dalam dan dari dirinya sendiri.

Penerimaan sosial terhadap kentut bervariasi terkait pada dimensi lingkungan waktu, lokasi dan kebudayaan. Apabila seorang presiden kentut pada suatu upacara kenegaraan, sebaiknya jangan ada yang menegur atau pura-pura saja tidak tahu dan tidak cium.

Secara sosiopsikologis terbukti bahwa banyak orang termasuk saya enggan mengaku apabila kentut di depan khalayak ramai dan tidak suka dituduh kentut meski sebenarnya kentut.

Industri Hiburan


Bantal Kentut jika diduduki manusia serta merta mengeluarkan bunyi mirip kentut  merupakan produk industri hiburan yang diciptakan untuk mensimulasikan bunyi kentut.

Ada pemusik profesional piawai merangkai berbagai nada bunyi kentut sehingga menjadi melodi yang merdu ditampilkan pada pergelaran konser.

Pada tahun 2008, aplikasi kentut untuk iPhone menghasilkan hampir $ 10.000 dalam satu hari. Sebuah permainan kentut bernama Touch Wood didokumentasikan oleh John Gregory Bourke pada tahun 1890-an.

Pada Januari 2011, Menteri Kehakiman Malawi, George Chaponda, sesumbar bahwa rencana UU Pencemaran Udara akan membuat publik kentut ilegal di negeri Mali.

Saat memberitakan rencana tersebut, media menyindir pernyataan sang menteri urusan kentut sebagai kurang kerjaan. Semua itu membuktikan bahwa adalah keliru menganggap kentut tidak punya potensi ekonomis mau pun politis.

Ekologi

Hewan ternak menyumbang sekitar 20% dari emisi metana global. 90-95% darinya dilepaskan sebagai kentut dan sisanya dengan bersendawa.

Pada sapi, gas kentut dan sendawa diproduksi oleh mikroba penghasil metana yang disebut methanogen, yang hidup di dalam sistem pencernaan sapi.

Proposal untuk mengurangi produksi metana pada sapi termasuk memberi makanan suplemen seperti oregano dan rumput laut, dan rekayasa genetik mikroba usus bioma untuk menghasilkan lebih sedikit metana.

Karena Selandia Baru menghasilkan sejumlah besar produk pertanian, maka berada dalam posisi unik memiliki emisi metana yang tinggi dari ternak dibandingkan dengan sumber gas rumah kaca lainnya. Pemerintah Selandia Baru adalah penandatangan Protokol Kyoto dan oleh karena itu berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengurangi emisi rumah kaca.

Untuk mencapai hal ini, suatu retribusi penelitian emisi pertanian diusulkan, yang disebut sebagai "pajak kentut" yang dikuatirkan rawan menghadapi perlawanan dari para petani, kelompok lobi pertanian dan politisi oposisi. Sementara para sapi akan tetap berkentut-ria!

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi.  

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya