Berita

Pimpinan parpol koalisi Jokowi-Maruf di luar PDIP/Net

Politik

Kalau Tetap Bermanuver, Jokowi Bisa Tinggalkan Nasdem Dan PKB Di Tengah Jalan

KAMIS, 25 JULI 2019 | 18:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Nasdem dan PKB adalah dua partai koalisi Jokowi-Maruf yang secara terang-terangan menolak Partai Gerindra bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II.

Adapun peluang Gerindra masuk kabinet sepertinya sudah disetujui Presiden terpilih Joko Widodo dan direstui pemegang saham terbear di koalisi yaitu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelumnya sudah bertemu dengan Jokowi dan Mega di tempat dan waktu yang berbeda. Prabowo ketemu Jokowi pada 13 Juli di Stasiun MRT, lalu Prabowo menemui Mega pada 24 Juli di Teuku Umar.


Mengetahui Gerindra bakal merapat ke kabinet, partai koalisi Jokowi-Maruf di luar PDIP melakukan manuver politik. Ketua umum Nasdem (Surya Paloh), PKB (Muhaimin Iskandar), Golkar (Airlangga Hartarto) dan PPP (Suharso Monoarfa) melakukan pertemuan pada 22 Juli di Gondangdia.

Manuver berlanjut dengan jurus Surya Paloh yang mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 24 Juli di Gondangdia, saat Prabowo-Mega bertemu di Teuku Umar. Pada pertemuan itu, Surya megatakan, kalau Anies maju pada Pilpres 2024, partainya siap mendukung lahir dan bathin.

Analisis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, meski mereka menyatakan partai koalisi Jokowi-Maruf masih tetap solid, tapi dari panggung politik yang ditampilkan, di internal koalisi sedang ada masalah, ada perbedaan tajam.

"Walauapun mereka mengaku solid, tapi faktanya enggak bisa dibohongi, enggak bisa disembunyikan," ujar Pangi saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Kamis (25/7).

Manuver dari kubu Gondangdia dan kubu Teuku Umar menunjukkan adanya resistansi di internal partai koalisi Jokowi-Maruf. Menurut Pangi, alasannya publik juga sudah tahu, yaitu partai koalisi khususnya Nasdem dan PKB tidak legowo Gerindra gabung kabinet. Mereka khawatir jatah kursi di kabinet akan berkurang.

Jelas Pangi, kalau Nasdem dan PKB terus bermanuver, itu artinya mereka menunjukkan diri ingin berhadap-hadapan dengan Jokowi yang punya hak prerogatif. Dan kalau itu tetap berlanjut, akan ada tsunami politik di internal koalisi.

Apa dampaknya? Pangi tidak melihat ada pengurangan jumlah menteri kepada Nasdem dan PKB yang diyakini sudah disepakati di awal. Jokowi pasti paham mana partai yang berkeringat dan yang tidak.

"Tapi kalau terus-menerus bermanuver, mereka menampakkan diri berhadap-hadapan dengan Jokowi, maka akan ada evaluasi. Evaluasinya bisa reshuffle kabinet di tengah jalan," sebut Pangi.

Dia menambahkan, kalau masing-masing parpol koalisi disiplin dan sabar, Jokowi akan membagi jatah menteri secara profesional dan proporsional. Sama dengan Mega, Jokowi ingin bekerja dan membangun Indonesia yang lebih hebat dengan prinsip gotong royong.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya