Berita

Jaya Suprana

Jaya Suprana

Kedigdayaan Generasi Muda Indonesia

KAMIS, 25 JULI 2019 | 07:28 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BERDASAR pengalaman mengajar generasi muda di Jerman dan Indonesia, adalah terkebur apabila saya menyatakan generasi muda Indonesia lebih unggul ketimbang generasi muda Jerman.

Namun keliru apabila saya menyatakan bahwa generasi muda Jerman lebih unggul ketimbang generasi muda Indonesia. Maka saya berani menyatakan bahwa generasi muda Indonesia tidak kalah digdaya ketimbang generasi muda Jerman.

Kurang Kondusif


Sayang, memang harus diakui bahwa lingkungan sosial dan pendidikan di Indonesia kurang kondusif bagi pengembangan bakat-bakat gemerlap generasi muda Indonesia yang memiliki keunggulan di dalam bidang masing-masing.

Terlalu banyak unsur periferal menghambat seperti mahalnya harga pendidikan terutama di jenjang pendidikan tinggi, penyeragaman kurikulum tanp peduli kepribadian bakat setiap anak, pendidikan indoktrinatif lebih diberhalakan ketimbang pendidikan partisipatif, metode didaktik yang malah mematikan kreatifitas dll penyebab pendidikan menjadi jauh panggang dari api.

Perbendaharaan Nusantara

Fakta bahwa begitu banyak anak Indonesia sukses berlaga bakat di gelanggang olimpiade matematika, fisika, biologi dll jelas membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dengan bangsa mana pun di planet bumi ini. Di bidang olahraga bulutangkis, Indonesia memegang supremasi dunia.

Programer-programer muda Indonesia merajalela di blantika teknologi ruang siber dunia. Angklung, Kolintang , Wayang Orang, Kroncong, Legong, Bedayan, Maumere tidak pernah gagal mempesona masyarakat internasional.

Karya-karya adibusana generasi milenal Indonesia, Imaji tampil prima di cat-walk mancanegara. Anak-anak berbakat hebat tergabung di Rezonans Children’s Choir senantiasa merajai sayembara paduan suara internasional.

Jesslyn Julia Gunawan pemegang rekor-dunia pianis termuda yang merekam dan resital tunggal mempergelar mahakarya JS Bach: Goldberg Variations dan Beethoven: Diabelli Variations di panggung Sydney Opera House.

Sama halnya Gillian Geraldine Gani dengan empat Scherzi Chopin, Janice Carissa & Ryan Ferguson dengan dansa Hungaria Brahms, violoncellist Lita Liviani Tandiono dengan Bach Partita sampai Pazziola Tango, Gabriella Prisca Handoko dengan all-Gershwin recital, Evelyn Zainal Abidin dengan all-Albeniz recital, Michelle Wijaya dengan delapan Impromptu Schubert, Hendrata Prasetya dengan all-Suprana recital, Muhammad Iqbal Siddiq dengan duapuluhempat Etude MacDowell dan Sonata Liszt menggebrak panggung Havana, Warsawa, Vilnius, Dortmund, Singapura, Kuala Lumpur, Sydney, Melbourne, New York, Los Angeles et cetera.

Ade dan Michael

Dalam hal kesaktian improvisasi jazz, pianis muda tunanetra Ade “Wonder” Wirawan tak gentar secara tehnik pianistik mau pun estetika musikalis ditandingkan dengan Keith Jarret, Chick Korea, Errol Garner, Art Tatum mau pun Friederich Gulda.

Hanya mereka yang sudah tidak punya hati yang tidak terharu  menyaksikan kedigdayaan pianis tunanetra dan autis, Michael Anthony pada usia 8 tahun mempergelar Appasionata mahakarya Beethoven secara otodidak hanya dengan mendengar rekaman tanpa bisa membaca sebab tidak bisa melihat notasi mahakarya dahsyat mahasulit itu.

Ruang pada naskah sederhana yang saya tulis ini sama sekali tidak cukup untuk memuat segenap data bakat-bakat luar biasa generasi muda Indonesia yang berlimpah-ruah seperti kemahakaryaan perbendaharaan alam dan kebudayaan Nusantara nan tiada dua di marcapada ini. MERDEKA!

Penulis adalah pendiri MURI sebagai lembaga Gerakan Kebanggaan Nasional.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya